Rakyat dan Politisi Malaysia Ramai-ramai Puji Raja Al-Sultan Abdullah

Kompas.com - 26/10/2020, 18:25 WIB
Foto yang dirilis Departemen Informasi Malaysia pada 31 Januari 2019 menunjukkan raja baru Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dan permaisurinya unku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah melambaikan tangan di Kuantan, Pahang, sebelum bertolak ke Kuala Lumpur untuk menjalani pelantikan sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-16 Malaysia. AFP/FARHAN ABDULLAHFoto yang dirilis Departemen Informasi Malaysia pada 31 Januari 2019 menunjukkan raja baru Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dan permaisurinya unku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah melambaikan tangan di Kuantan, Pahang, sebelum bertolak ke Kuala Lumpur untuk menjalani pelantikan sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-16 Malaysia.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Politisi dan rakyat Malaysia bereaksi cepat memuji keputusan Raja Al-Sultan Abdullah untuk tidak mengumumkan keadaan darurat pada Minggu (25/10/2020), dengan tagar #Daulat Tuanku, atau hidup Raja, yang menjadi trending di Twitter menyusul proklamasi kerajaan.

Veteran dan anggota parlemen dari Partai Aksi Demokratik Lim Kit Siang mengatakan keputusan itu menunjukkan bahwa "monarki konstitusional terbukti menjadi benteng penting demokrasi parlementer di Malaysia".

" Warga Malaysia dari semua lapisan masyarakat berterima kasih kepada Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, karena memutuskan untuk tidak mengumumkan keadaan darurat setelah pertemuan khusus dengan Penguasa Melayu hari ini," kata Lim dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari The Strait Times pada Senin (26/10/2020).

Baca juga: Usul Terapkan Keadaan Darurat Ditolak Raja, PM Malaysia Hadapi Hal Ini

Lim meminta semua warga Malaysia, terutama anggota parlemen, untuk bersatu untuk melawan gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Mantan menteri DAP Yeo Bee Yin mengunggah pernyataan di Twitter, "Sekarang apa? Fokus pada memerangi Covid-19, fokus pada pembangunan ekonomi, dapatkan Perjanjian Keyakinan dan Pasokan kerja."

Pernyataan Yeo merujuk pada tawaran sebelumnya oleh beberapa politisi oposisi untuk mencapai kesepakatan lintas partai dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, dalam apa yang dikenal sebagai pakta "kepercayaan dan pasokan".

Baca juga: Darurat Nasional Ditolak Raja, PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur

Dalam pakta tersebut, sebuah partai atau sekelompok anggota parlemen setuju untuk mendukung pemerintah pada mosi kepercayaan atau tagihan persediaan, dalam pertukaran untuk reformasi.

Wakil ketua DAP dan mantan menteri M. Kulasegaran mengunggah di Twitter, "Daulat Tuanku. Terima kasih karena selalu menjadi Raja dan melakukan yang terbaik untuk bangsa. Keputusan yang melegakan semua orang Malaysia. Mari kita kesampingkan politik dan bekerja untuk mengekang penyebaran #Covid-19 dan fokus pada pembangunan bangsa."

Pendiri partai muda Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang sebelumnya mendukung gagasan kesepakatan lintas partai, meminta semua politisi untuk berhenti berpolitik.

"Saya berharap perdana menteri akan memanggil semua pemimpin politik untuk menemukan titik temu guna memastikan stabilitas negara," katanya seperti dikutip oleh harian berbahasa Melayu Berita Harian.

Baca juga: Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Global
Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Global
Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Global
Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Global
Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Global
Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Global
Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Global
Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Global
Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Global
Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
komentar
Close Ads X