Raja Malaysia Segera Adakan Konsultasi dengan Penguasa Kerajaan Lain Setelah Terima Proposal Keadaan Darurat

Kompas.com - 24/10/2020, 22:02 WIB
Muhyiddin Yassin melambai ke arah awak media setelah Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah dari Pahang resmi menunjuknya sebagai perdana menteri pada 29 Februari 2020. REUTERS/LIM HUEY TENGMuhyiddin Yassin melambai ke arah awak media setelah Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah dari Pahang resmi menunjuknya sebagai perdana menteri pada 29 Februari 2020.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah akan berkonsultasi dengan penguasa kerajaan lain untuk membahas proposal Perdana Menteri Muhyiddin Yassin soal keadaan darurat.

Melansir Reuters pada Sabtu (24/10/2020), sumber istana mengatakan bahwa pada Sabtu, perdana menteri Malaysia telah meminta raja untuk mengumumkan keadaan darurat.

Muhyiddin bertemu dengan raja pada Jumat untuk menyampaikan proposal darurat, yang mencakup penangguhan parlemen, kata sumber.

Langkah tersebut dikecam pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, yang menuding itu adalah upaya perdana menteri untuk mempertahankan kendali di tengah perebutan kekuasaan.

Proposal itu muncul ketika Malaysia menghadapi lonjakan kasus virus corona, ekonomi lesu yang dilanda pandemi, serta keraguan atas kemampuan Muhyiddin untuk memimpin mayoritas di parlemen dan meloloskan anggaran untuk 2021.

Baca juga: Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Istana tidak mengidentifikasi rekomendasi yang dibuat oleh Muhyiddin, dan mengatakan raja akan segera mengadakan konsultasi dengan penguasa Melayu lainnya.

"Al-Sultan Abdullah sangat memahami perlunya pemerintah negara untuk terus mengatasi ancaman Covid-19," kata istana dalam sebuah pernyataan.

Council of Rulers, yang mengelompokkan 9 kepala keluarga kerajaan Malaysia, memiliki kekuasaan untuk tidak memberikan persetujuan dari undang-undang apa pun dan mempertimbangkan tentang kebijakan nasional.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan para penguasa akan bertemu pada Minggu (25/10/2020).

Kantor Muhyiddin belum mengomentari proposal darurat tersebut.

Baca juga: Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X