Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Kompas.com - 25/10/2020, 19:52 WIB
Foto yang dirilis Departemen Informasi Malaysia pada 31 Januari 2019 menunjukkan raja baru Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dan permaisurinya unku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah melambaikan tangan di Kuantan, Pahang, sebelum bertolak ke Kuala Lumpur untuk menjalani pelantikan sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-16 Malaysia. AFP/FARHAN ABDULLAHFoto yang dirilis Departemen Informasi Malaysia pada 31 Januari 2019 menunjukkan raja baru Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dan permaisurinya unku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah melambaikan tangan di Kuantan, Pahang, sebelum bertolak ke Kuala Lumpur untuk menjalani pelantikan sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-16 Malaysia.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah telah memutuskan bahwa tidak perlu mengumumkan keadaan darurat di dalam negara.

Pengawas Keluarga Kerajaan Istana Negara, Datuk Ahmad Fadil Syamsuddin mengatakan bahwa Al-Sultan Abdullah juga mengingatkan kepada seluruh politisi untuk segera menghentikan segala bentuk tindakan politik yang dapat mengganggu stabilitas negara.

"Sultan Abdullah juga mengatakan bahwa anggota parlemen tidak perlu melanjutkan tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan yang ada," kata Datuk Ahmad Fadil Syamsuddin dalam sebuah pernyataan pada Minggu (25/10/20202), seperti yang dilansir dari The Star pada Minggu (2/10/2020).

Baca juga: Raja Malaysia Segera Adakan Konsultasi dengan Penguasa Kerajaan Lain Setelah Terima Proposal Keadaan Darurat

Dia mengatakan bahwa Sultan Abdullah dan para penguasa Melayu telah mendiskusikan proposal dari PM Mahyuddin untuk menyatakan keadaan darurat berdasarkan Pasal 150 (1) Konstitusi Federal.

Namun, menurut para keluarga kerajaan merasa bahwa pemerintah telah berhasil mengatasi pandemi virus corona secara efektif, sehingga tidak perlu mengumumkan keadaan darurat.

“Raja sangat percaya pada kemampuan pemerintah di bawah kepemimpinan perdana menteri untuk terus menerapkan kebijakan dan melakukan penegakan hukum untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” katanya.

Baca juga: Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Ahmad Fadil menambahkan bahwa Sultan Abdullah menegaskan, anggaran 2021 yang akan diajukan ke parlemen sangat penting bagi masyarakat untuk memerangi Covid-19 dan memulihkan perekonomian bangsa.

"Oleh karena itu, alokasi dana sangat dibutuhkan oleh para pekerja garis depan untuk memastikan mereka dapat menjalankan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan lancar," kata Ahmad Fadil.

Baca juga: Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Sultan Abdullah, dikatakannya, sangat prihatin dengan kekhawatiran masyarakat akibat munculnya beberapa kluster baru dan lonjakan kasus harian virus corona.

Ahmad Fadil mengatakan, Sultan Abdullah mengimbau semua orang, terlepas dari latar belakang dan kecenderungan politiknya, untuk mengesampingkan semua perbedaan dan bersatu, serta memainkan perannya masing-masing untuk membantu pemerintah dan pihak berwenang menekan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Para penguasa Melayu sebelumnya telah mengadakan pertemuan khusus di Istana Negara untuk membahas rencana pemerintah mengumumkan keadaan darurat guna mengatasi situasi Covid-19 yang semakin memburuk.

Pada Jumat (23/102/2020), Muhyiddin dan beberapa menteri menyampaikan rencana kepada Sultan Abdullah untuk mengumumkan keadaan darurat di Istana Abdulaziz di Kuantan.

Mereka didampingi oleh Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador, Jaksa Agung Tan Sri Idrus Harun, dan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah.

Baca juga: Pengamat Tak Yakin Mahathir Bakal Dapat Dukungan untuk Jadi PM Malaysia Ketiga Kalinya

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X