Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kecelakaan 2 Helikopter Malaysia Jatuh Terjadi Usai Rotornya Bersenggolan

Kompas.com - 23/04/2024, 15:33 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

LUMUT, KOMPAS.com - Kecelakaan dua helikopter militer di Kota Lumut, Negara Bagian Perak, Malaysia, pada Selasa (23/4/2024) pagi waktu setempat terjadi setelah rotor heli bersenggolan.

Insiden helikopter Malaysia jatuh ini menewaskan sepuluh orang di dalamnya.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa helikopter terbang rendah dalam formasi di atas pangkalan Angkatan Laut Kota Lumut, sekitar 160 kilometer dari Kuala Lumpur.

Baca juga: Tabrakan 2 Helikopter Angkatan Laut di Malaysia, 10 Korban Tewas, Tak Ada yang Selamat

Helikopter-helikopter tersebut sedang latihan menjelang perayaan hari jadi Angkatan Laut Malaysia pada 3-5 Mei 2024.

Tiba-tiba, salah satu helikopter terlihat menyenggol rotor belakang helikopter lainnya, menyebabkan keduanya berputar-putar dan jatuh.

“Kedua helikopter bertabrakan saat latihan penerbangan,” kata Suhaimy Mohamad Suhail, komandan operasi senior dari departemen pemadam kebakaran dan penyelamatan Malaysia, dikutip dari kantor berita AFP.

Ia menambahkan, petugas medis memastikan bahwa seluruh awak yang berjumlah sepuluh orang tewas.

Kedua helikopter yang bertabrakan adalah Eurocopter AS555SN Fennec dan AgustaWestland AW139.

Setelah tabrakan, helikopter AW139 jatuh di tribun Stadion Angkatan Laut, sedangkan Fennec jatuh di dekat kolam Kompleks Olahraga Angkatan Laut.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dengan mengatakan, "Bangsa berduka atas tragedi yang menyayat hati dan menyayat jiwa".

“Saya mendapat informasi bahwa akan segera dilakukan penyelidikan oleh Kementerian Pertahanan, khususnya TLDM (Tentera Laut Diraja Malaysia/Angkatan Laut Kerajaan Malaysia), untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut,” ujarnya.

Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar juga menyampaikan belasungkawa.

“Ratu Zarith dan saya merasa sangat sedih atas meninggalnya para pahlawan nasional dalam tragedi ini,” ujarnya di media sosial.

Baca juga: Malaysia Minta Video Tabrakan 2 Helikopter Angkatan Laut Tak Disebarluaskan

Kecelakaan helikopter bukan insiden yang jarang terjadi di Malaysia.

Bulan lalu, empat orang di helikopter penjaga pantai Malaysia berhasil diselamatkan setelah jatuh di Selat Malaka.

Helikopter itu dalam penerbangan latihan saat menukik masuk jalur pelayaran sempit yang membentang antara Malaysia dan pulau Sumatra.

Sebelumnya, dua orang tewas pada 2020 ketika dua helikopter dari sekolah pilot Malaysia yang sama bertabrakan saat penerbangan latihan.

Mundur lagi pada 2016, salah satu wakil menteri Malaysia termasuk korban tewas di helikopter Eurocopter AS350 yang jatuh di Negara Bagian Sarawak.

Baca juga: Kata Raja dan PM Malaysia soal Tabrakan 2 Helikopter Angkatan Laut yang Tewaskan 10 Orang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Global
Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Global
Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Global
Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Global
Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Global
Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Global
Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Global
Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Global
Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Global
Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Global
Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Global
Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Global
[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

Global
SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

Global
Ukraina Siap Kerahkan Napi untuk Perang Lawan Rusia

Ukraina Siap Kerahkan Napi untuk Perang Lawan Rusia

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com