Cuci Tangan sebagai Ritual Keagamaan

Kompas.com - 26/10/2020, 16:21 WIB
Ilustrasi cuci tangan DW IndonesiaIlustrasi cuci tangan

KOMPAS.com - Akibat pandemi virus corona, cuci tangan kini menjadi hal penting dalam keseharian. Pembersihan tubuh secara baik juga bagian dari ritualitas agama.

Dalam masa pandemi Covid-19, mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh merupakan salah satu langkah terpenting untuk meredam penyebaran virus SARS-Cov2.

Namun, bukan hanya dari sudut pandang higienis, perlu diperhatikan bagaimana teknik mencuci tangan yang benar.

Dikutip dari kantor berita KNA, menjaga kebersihan tubuh dengan mencuci tangan juga sangat penting sebagai bagian dari tindakan ritual dalam agama.

Dalam Yudaisme, mencuci tangan awalnya memiliki makna ritual seperti yang dikatakan Rabi Zsolt Balla.

Baca juga: Bikin Mesin Cuci Tangan, Bocah asal Kenya Ini Raih Penghargaan Presiden

" Mencuci tangan telah menjadi topik dalam Yudaisme selama 3.000 tahun," kata Balla.

"Pagi hari dimulai dengan mencuci tangan. Siapa pun yang makan roti juga harus membersihkan diri dengan cara ini sebelumnya. Selain itu, pengunjung sinagoge dan kuburan juga harus mencuci tangan," sambung Balla.

Rabi itu menekankan bahwa ketika mencuci tangan, perlu dibedakan antara ritual dan kebersihan karena kebersihan bukanlah tujuan awal dari mencuci tangan.

Tujuan awal mencuci tangan murni merupakan aksi spiritual. Namun, ritual sering mencuci tangan itu kini juga merupakan "bagian praktis" terkait kebersihan.

Baca juga: Ingatkan Cuci Tangan, Pikotaro Ubah Lirik Lagu Pen Pineapple Apple Pen

Wajib melindungi tubuh dan mental

Dengan mencuci tangan, kaum Yahudi dapat melindungi diri mereka dari penyakit serius di masa lalu. Dalam kitab keempat Musa, orang Yahudi diperintahkan untuk melindungi kesehatan fisik dan mental mereka.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X