Gencata Senjata Ketiga Azerbaijan-Armenia Gagal Lagi dalam Hitungan Menit

Kompas.com - 26/10/2020, 15:12 WIB
Tentara Armenia memegang senapan mesin Kalashnikov dan mengarahkannya ke pos-pos Azerbaijan, dari parit di garis depan pada Rabu (21/10/2020). AP PHOTOTentara Armenia memegang senapan mesin Kalashnikov dan mengarahkannya ke pos-pos Azerbaijan, dari parit di garis depan pada Rabu (21/10/2020).

STEPANAKERT, KOMPAS.com - Gencatan senjata ketiga untuk meredakan pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh, gagal lagi hanya dalam hitungan menit pada Senin (26/10/2020).

Amerika Serikat (AS) menjadi mediator di gencatan senjata ketiga ini, setelah gencatan senjata pertama yang ditengahi Perancis dan yang kedua dimediasi Rusia, dilanggar semua.

Tak sampai satu jam sejak gencatan senjata ketiga efektif berlaku mulai pukul 8 pagi waktu setempat hari ini, adu tembak kembali terjadi.

Baca juga: Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Kementerian Luar Negeri Azerbaijan menuduh pasukan Armenia menembaki kota Terter dan desa-desa terdekat, yang merupakan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.

Sebaliknya Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan, pasukan Azerbaijan yang melanggar berat gencatan senjata dengan tembakan artileri ke pos-pos perang di berbagai area garis depan.

Azerbaijan dan Armenia terlibat dalam konflik sengit atas Karabakh, sejak separatis Armenia yang didukung Yerevan menguasasi provinsi pegunungan itu dalam perang tahun 1990-an yang menewaskan 30.000 orang.

Kemerdekaan yang dideklarasikan oleh Karabakh belum diakui secara internasional, bahkan oleh Armenia sendiri, dan tetap menjadi bagian dari Azerbaijan di bawah hukum internasional.

Baca juga: Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Pertempuran terbaru meletus sejak 27 September. Armenia dan Azerbaijan saling tuduh telah menargetkan warga sipil dan melanggar gencatan senjata sebelumnya. Beragam upaya untuk mendamaikan keduanya tak ada yang berhasil.

Meski begitu setelah diserang hebat di awal perang, Stepanakert kota utama Nagorno-Karabakh menjadi lebih tenang dalam beberapa hari terakhir.

Jurnalis AFP di lokasi pada Senin mengatakan, malam itu tenang. Kemudian 10 menit sebelum gencatan senjata berlaku sebuah ledakan terdengar dan gumpalan asap terlihat di bukit dekat situ.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Pengemudi Mobil Tabraki Para Pejalan Kaki di Jerman, Pelaku Rupanya Mabuk

Insiden Pengemudi Mobil Tabraki Para Pejalan Kaki di Jerman, Pelaku Rupanya Mabuk

Global
Pengemudi Mobil Mengamuk dan Tabrak Pejalan Kaki di Jerman, 5 Tewas Termasuk Bayi Usia 9 Pekan

Pengemudi Mobil Mengamuk dan Tabrak Pejalan Kaki di Jerman, 5 Tewas Termasuk Bayi Usia 9 Pekan

Global
Ketahuan Bersama 24 Pria Telanjang di Pesta Seks, Politisi Anti-gay Ini Mundur

Ketahuan Bersama 24 Pria Telanjang di Pesta Seks, Politisi Anti-gay Ini Mundur

Global
Terjangkit Covid-19, Ibu di Rusia Melahirkan Sebelum Meninggal

Terjangkit Covid-19, Ibu di Rusia Melahirkan Sebelum Meninggal

Global
Pengacara Trump Sebut Mantan Kepala Keamanan Pemilu AS Harusnya 'Diseret dan Ditembak'

Pengacara Trump Sebut Mantan Kepala Keamanan Pemilu AS Harusnya "Diseret dan Ditembak"

Global
[VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan

[VIDEO] Wahana Antariksa China Berhasil Mendarat di Bulan, Mulai Kumpulkan Sampel 2 Hari ke Depan

Global
Bocor di Internet, Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Milisi Taliban yang Sudah Mati

Bocor di Internet, Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Milisi Taliban yang Sudah Mati

Global
Sempat Muncul di Romania, 'Monolit' Logam Raib Secara Misterius

Sempat Muncul di Romania, "Monolit" Logam Raib Secara Misterius

Global
Pengawal Putin Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kremlin

Pengawal Putin Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kremlin

Global
3 Distrik di Nagorno-Karabakh Resmi Diambil Alih, Presiden Azerbaijan: Kemenangan yang Bersejarah

3 Distrik di Nagorno-Karabakh Resmi Diambil Alih, Presiden Azerbaijan: Kemenangan yang Bersejarah

Global
Usai Ilmuwan Nuklir Top Terbunuh, Kini Komandan Senior Garda Revolusi Iran Tewas Diserang Pesawat Nirawak

Usai Ilmuwan Nuklir Top Terbunuh, Kini Komandan Senior Garda Revolusi Iran Tewas Diserang Pesawat Nirawak

Global
Polisi Rusia Tangkap Tersangka Pembunuh Berantai 26 Wanita Lansia

Polisi Rusia Tangkap Tersangka Pembunuh Berantai 26 Wanita Lansia

Global
Pemimpin Hamas Positif Covid-19, Kasus Virus Corona di Gaza Makin Meningkat

Pemimpin Hamas Positif Covid-19, Kasus Virus Corona di Gaza Makin Meningkat

Global
200.000 Polisi Jaga Makam Maradona untuk Hindari 'Perampokan' Jasad Legenda Argentina Itu

200.000 Polisi Jaga Makam Maradona untuk Hindari 'Perampokan' Jasad Legenda Argentina Itu

Global
[POPULER GLOBAL] Zanziman Ellie, 'Mowgli Dunia Nyata' yang Hidup di Hutan | Ilmuwan Nuklir Iran Ditembak Mati

[POPULER GLOBAL] Zanziman Ellie, "Mowgli Dunia Nyata" yang Hidup di Hutan | Ilmuwan Nuklir Iran Ditembak Mati

Global
komentar
Close Ads X