Menlu AS: Armenia Harus Dapat Membela Dirinya Sendiri dari Azerbaijan

Kompas.com - 16/10/2020, 06:37 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina. REUTERS/LISI NIESNERMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo berharap bahwa Armenia dapat “membela” dirinya sendiri atas konfliknya dengan Azerbaijan.

Pernyataan tersebut dia ungkapkan pada Kamis (15/10/2020) sebagaimana dilansir dari AFP.

"Kami berharap orang-orang Armenia dapat membela (diri sendiri) melawan apa yang dilakukan orang Azerbaijan," kata Pompeo dalam wawancara dengan radio WBS di Atlanta, AS.

Pompeo juga menyuarakan harapan agar kedua belah pihak bisa menyepakati gencatan senjata yang benar, dan kemudian duduk di meja.

Baca juga: Turki Bantah Kerahkan Pasukan Suriah untuk Azerbaijan Perang di Nagorno-Karabakh

Setelah itu, sambung Pompeo, mereka dapat mencoba dan mengurai permasalahan-permasalahan yang mengakar dari sejarah nan rumit yang mereka hadapi.

Selama dua pekan terakhir, AS menyatakan netral atas konflik tersebut dan mendesak kedua belah pihak untuk berbicara.

AS sendiri menampung diaspora orang Armenia yang banyak. Tapi di sisi lain, Negeri “Uncle Sam” juga memiliki hubungan strategis yang berkembang dengan Azerbaijan.

Pompeo juga memperbarui kritiknya terhadap Turki, yang merupakan anggota NATO, karena telah dengan gigih mendukung Azerbaijan.

Baca juga: Azerbaijan Klaim Hancurkan Situs Rudal yang Dipakai Armenia Serang Warganya

Dia menyebut Turki telah turun tangan dan memberikan sumber daya ke Azerbaijan.

“Meningkatkan risiko, meningkatkan baku tembak yang terjadi dalam pertarungan bersejarah di tempat yang disebut Nagorno-Karabakh ini," kata Pompeo.

AS adalah ketua bersama OSCE Minsk Group yang bertanggung jawab atas diplomasi di Nagorno-Karabakh bersama dengan Rusia dan Perancis.

Baca juga: Korban Tewas Perang Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh Capai 600 Orang

Baik Menteri Luar Negeri Armenia dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan sepakat untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan pada akhir pekan lalu.

Namun baku tembak masih terjadi beberapa jam setelah kesepakatan itu dibuat. Kedua belah pihak saling menuduh satu sama lain sebagai pihak yang melanggar perjanjian.


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X