Korban Tewas Perang Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh Capai 600 Orang

Kompas.com - 14/10/2020, 15:51 WIB
Dalam foto bertanggal 11 Oktober 2020 ini, tim penyelamat mengangkat korban luka ke ambulans setelah serangan dari artileri Armenia di kota Ganja, Azerbaijan. Perang dua negara di Nagorno-Karabakh selama dua pekan terakhir kini sudah menewaskan 600 orang. AP PHOTO/Aziz KarimovDalam foto bertanggal 11 Oktober 2020 ini, tim penyelamat mengangkat korban luka ke ambulans setelah serangan dari artileri Armenia di kota Ganja, Azerbaijan. Perang dua negara di Nagorno-Karabakh selama dua pekan terakhir kini sudah menewaskan 600 orang.

STEPANAKERT, KOMPAS.com - Sebanyak 600 orang dilaporkan tewas, dalam perang antara Armenia dan Azerbaijan di kawasan Nagorno-Karabakh selama dua pekan terakhir.

Militer Karabakh menerangkan, sebanyak 16 tentara mereka gugur, menjadikan mereka kehilangan 532 sejak baku tembak dimulai pada 27 September.

Azerbaijan sendiri tak menjabarkan berapa jumlah pasukan mereka yang tewas. Namun, diperkirakan 42 warga sipil dari pihak mereka terbunuh.

Baca juga: Kisah Lansia Korban Perang Azerbaijan-Armenia: Saya Tidak Akan Pergi

Diyakini, korban tewas dalam perang di Nagorno-Karabakh ini jauh lebih banyak, karena dua kubu saling mengklaim merontokkan militer.

Ombudsman HAM di Karabakh, Artak Beglaryan, menyebut ada 31 warga sipil yang tewas pada Senin (12/10/2020), dengan ratusan lainnya terluka.

Dia mengunggah kicauan mengenai serangan terakhir di Katedral Ghazanchetsots di kota Shusha, di mana Armenia menyebut Baku bertanggung jawab.

Beglaryan kemudian menyerukan tindakan Azerbaijan itu adalah kejahatan perang, seraya menggulirkan tagar "#AzerbaijaniAggression" dan "#WarCrimes".

Konflik di Nagorno-Karabakh sudah berlangsung selama 25 tahun, dengan kedua negara saling menyalahkan meski dunia menyerukan agar mereka duduk semeja.

Pekan lalu seperti diwartakan Sky News Selasa (13/10/2020), kedua pihak menandatangani perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai Rusia.

Namun, perjanjian tersebut mulai goyah setelah kedua negara pecahan Uni Soviet itu masih saling menyalahkan memulai baku tembak.

Pada Minggu (11/10/2020), Azerbaijan menuding Yerevan sudah melanggar kesepakatan itu dengan membombardir kota mereka dan membunuh sembilan orang.

Kemudian pada Selasa, Baku kembali melancarkan tudingan kepada tetangga Kaukasusnya itu, di mana wilayah mereka kembali diserang.

Adapun pemerintahan Karabakh yang berisi etnis Armenia menerangkan, Baku sudah berencana menggelar serangan skala besar di garis depan.

Baik Rusia dan Uni Eropa kini menyerukan agar kedua negara menghentikan perang, dan duduk bersama untuk membahas perjanjian damai.

Baca juga: WHO: Pertempuran Azerbaijan-Armenia Telah Membantu Menyebarkan Virus Corona


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X