Pilpres AS: Apakah Diperlukan Yesus untuk Memenangkannya?

Kompas.com - 07/10/2020, 13:59 WIB
Tokoh Afrika Amerika dan pendukungnya meletakkan tangan di hadapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana mereka mendoakannya dalam pertemuan di Ruang Kabinet Gedung Putih, Washington, pada 27 Februari 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/CHIP SOMODEVILLATokoh Afrika Amerika dan pendukungnya meletakkan tangan di hadapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana mereka mendoakannya dalam pertemuan di Ruang Kabinet Gedung Putih, Washington, pada 27 Februari 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - "Tuhan menciptakan kita menurut gambar-Nya sendiri, jadi kita semua hanyalah satu orang."

"Dia mencintai kita, dan dia ingin kita bahagia satu sama lain, tidak terpecah."

Rose Ortiz, pemilih pemula berusia 19 tahun, berbicara kepada saya melalui aplikasi Zoom dari kamar tidurnya di rumah keluarganya yang terletak di Charlotte, North Carolina. Topik yang dibicarakan saat itu adalah harapannya terhadap pemilihan presiden Amerika Serikat.

Baca juga: Usai Debat dan Terinfeksi Covid-19, Trump Makin Tercecer Jauh dari Joe Biden di Survei Pilpres AS

Dalam hitungan pekan, AS akan memasuki proses pemilihan presiden AS—yang menurut sebagian orang pemilihan umum paling penting dalam sejarah negara itu.

Dikelilingi poster musisi, Rose bercerita kepada saya dengan tenang dan sungguh-sungguh tentang iman Kristennya dan bagaimana ia merasa hal itu memengaruhi pilihannya dalam pemilu mendatang.

Meskipun menghabiskan waktu berminggu-minggu memikirkan siapa yang akan dipilih, Rose berjuang memilih salah satu capres mengingat keduanya punya afiliasi agama yang kuat.

Ia terkesan dengan Donald Trump sebagai presiden AS pertama yang menghadiri rapat umum anti-aborsi tahunan terbesar di Amerika pada bulan Januari.

"Sebagai seorang Kristen, Tuhan ingin tidak ada aborsi."

Baca juga: Jelang Debat Perdana Pilpres AS, Joe Biden Pertahankan 523 Hari Keunggulan atas Trump

Rose mengatakan kepada saya, "Jadi ini adalah sesuatu yang saya setujui dari pihak Trump".

Meskipun Joe Biden beragama Katolik dan Rose punya keterkaitan dengan agama tersebut, ia merasa Biden perlu berbuat lebih banyak untuk terhubung dengan kaum muda Kristen.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Gadis Remaja Tewas Usai Selamatkan Adik Laki-lakinya di Danau yang Membeku

Global
Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Biden Perintahkan Serangan Udara ke Suriah, 17 Orang Tewas

Global
Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Aksi Militer Pertama Biden: Serangan Udara ke Suriah

Global
Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Presiden Biden dan Raja Salman Membahas Diakhirinya Perang Yaman

Global
Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Joe Biden Tekankan ke Raja Salman Kerja Sama Bilateral Kuat dan Transparan

Global
Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
komentar
Close Ads X