Kosmonaut NASA Akan Ikut Pemilu AS di Luar Angkasa

Kompas.com - 26/09/2020, 10:49 WIB
Foto ini disediakan oleh NASA. Ekspedisi 64 awak astronot NASA Kate Rubins, saat ujian kualifikasi Soyuz Rabu, 23 September 2020 di Gagarin Cosmonaut Training Center (GCTC) di Star City, Rusia. AP/Andrey ShelepinFoto ini disediakan oleh NASA. Ekspedisi 64 awak astronot NASA Kate Rubins, saat ujian kualifikasi Soyuz Rabu, 23 September 2020 di Gagarin Cosmonaut Training Center (GCTC) di Star City, Rusia.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Astronaut NASA Kate Rubins kepada Associated Press (AP), Jumat (25/9/2020) mengatakan bahwa dia akan ikut memilih dalam ajang Pilpres AS 2020 dari luar angkasa, yang berjarak lebih dari 200 mil (321.869 kilometer) di atas bumi.

Rubins saat ini masih berada di luar Moskwa, Star City, Rusia menyiapkan diri bersama 2 kosmonaut lainnya untuk diterbangkan ke luar angkasa pada pertengahan Oktober besok.

Rubins dan tim kosmonaut akan berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) selama 6 bulan.

Baca juga: Begini Pengalaman Kru NASA Kembali ke Bumi

"Saya pikir sangat penting bagi setiap orang untuk memilih," ujar Rubins, "Jika kami bisa melakukannya dari luar angkasa, tentu yang di bumi tidak punya alasan untuk tidak memilih."

Kebanyakan astronaut AS tinggal di Houston, Texas yang mengizinkan mereka untuk memilih dari luar angkasa menggunakan kotak suara elektronik yang aman.

Kontrol Misi meneruskan surat suara ke stasiun luar angkasa dan mengembalikan surat suara yang telah selesai ke petugas daerah.

Baca juga: Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

“Sangat penting untuk berpartisipasi dalam demokrasi kita,” kata Rubins. “Kami menganggap ini suatu kehormatan apabila dapat memberikan suara dari luar angkasa.”

Astronaut NASA sebelumnya juga telah memilih dari luar angkasa. Dan kini, Rubins dan Shane Kimbrough akan memberikan suara mereka dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Rubins sendiri adalah orang pertama yang mengurutkan DNA di luar angkasa, berencana untuk mengerjakan eksperimen kardiovaskular dan melakukan penelitian menggunakan Cold Atom Lab di stasiun luar angkasa.

Saat berada di sana, dia akan merayakan ulang tahun ke-20 keberadaan manusia yang terus-menerus di stasiun luar angkasa, dan menyambut kru misi komersial SpaceX kedua, yang diperkirakan akan tiba pada akhir Oktober.

Baca juga: Venus Simpan Misteri Kehidupan, NASA Pertimbangkan Misi ke Planet Ini


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki 'Arab Kotor'

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki "Arab Kotor"

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
komentar
Close Ads X