3.500 Perusahaan AS Ramai-ramai Gugat Pemerintah Trump Soal Pengenaan Tarif Impor

Kompas.com - 26/09/2020, 09:15 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sekitar 3.500 perusahaan AS, termasuk Tesla Inc, Ford Motor Co, Target Corp, Walgreen Co, dan Home Depot telah menggugat pemerintahan Trump dalam 2 pekan terakhir atas pengenaan tarif pada lebih dari 300 miliar dollar AS (Rp 4,5 kuadriliun) untuk material buatan China.

Melansir Reuters pada Sabtu (26/9/2020), gugatan diajukan ke Pengadilan Perdagangan Internasional AS, atas nama Perwakilan Dagang AS yang diwakili Robert Lighthizer, bersama badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan.

Dalam gugatan tersebut, para perusahaan yang terkena tarif pembatasan barang impor asal China itu, juga menentang pemerintah untuk kebijakan Trump yang mereka sebut "eskalasi tidak sah dari perang dagang AS-China" sampai pada putaran ketiga dan keempat pengenaan tarif impor.

Baca juga: Presiden Putin Ajak AS Buat Kesepakatan Dunia Maya untuk Hindari Risiko Besar

Berbagai perusahaan berpendapat pemerintahan Trump telah gagal dalam mengenakan tarif impor yang sesuai dalam periode 12 bulan dan tidak mematuhi prosedur administrasi.

Perusahaan-perusahaan tersebut menentang pemerintah dalam "perang perdagangan tak terikat dan tak terbatas yang berdampak pada miliaran dollar AS barang yang diimpor dari Republik Rakyat China oleh importir di Amerika Serikat," menurut gugatan yang diajukan oleh produsen suku cadang mobil Dana Corp.

Gugatan tersebut menolak tarif impor dalam 2 kelompok terpisah yang dikenal sebagai Daftar 3 dan Daftar 4A.

Baca juga: Ingin Keluar dari Daftar Terorisme AS, Sudan Ditodong Normalisasi Hubungan dengan Israel

Daftar 3 mencakup 25 persen tarif untuk sekitar 200 miliar dollar AS (Rp 2,9 kuadriliun) dalam impor, sedangkan Daftar 4A termasuk 7,5 persen tarif impor untuk barang-barang senilai 120 miliar dollar AS (Rp 1,8 kuadriliun).

Salah satu gugatan berbunyi bahwa pemerintah tidak dapat menaikkan tarif impor terhadap barang impor China lainnya, "karena alasan yang tidak terkait dengan kebijakan dan praktik kekayaan intelektual yang tidak adil yang awalnya diinvestigasi."

Perusahaan yang mengajukan gugatan tersebut termasuk produsen truk berat Volvo Group Amerika Utara, pengecer suku cadang mobil AS Pep Boys, perusahaan pakaian Ralph Lauren.

Baca juga: AS Beri Sanksi Baru Iran untuk Pelanggaran HAM

Lalu, Sysco Corp, produsen gitar Gibson Brands, unit Lenovo AS, Dole Packaged Foods, serta unit Itochu Corp dan produsen peralatan golf Callaway Golf Co.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Lanka Kekurangan Obat-obatan, Dokter: Hukuman Mati untuk Rakyat

Sri Lanka Kekurangan Obat-obatan, Dokter: Hukuman Mati untuk Rakyat

Global
Alihkan Tabungan ke Kripto karena Takut Dampak Invasi, Pria Ini Malah Kehilangan Seluruh Uangnya

Alihkan Tabungan ke Kripto karena Takut Dampak Invasi, Pria Ini Malah Kehilangan Seluruh Uangnya

Global
Di Tokyo, Joe Biden Berkata Siap Bela Taiwan jika Diserang China

Di Tokyo, Joe Biden Berkata Siap Bela Taiwan jika Diserang China

Global
Pemerintah dan Pengadilan Israel Berselisih Soal Aturan bagi Yahudi di Kompleks Al-Aqsa

Pemerintah dan Pengadilan Israel Berselisih Soal Aturan bagi Yahudi di Kompleks Al-Aqsa

Global
Badai Dahsyat di Kanada Timur, Putus Aliran Listrik ke 900.000 Rumah, 4 Tewas

Badai Dahsyat di Kanada Timur, Putus Aliran Listrik ke 900.000 Rumah, 4 Tewas

Global
Sempat Hengkang dari Rusia, Bisnis-bisnis Barat Kembali dengan Nama Baru

Sempat Hengkang dari Rusia, Bisnis-bisnis Barat Kembali dengan Nama Baru

Global
Kolonel Garda Revolusi Iran Dibunuh oleh Pria Bersenjata di Depan Rumahnya

Kolonel Garda Revolusi Iran Dibunuh oleh Pria Bersenjata di Depan Rumahnya

Global
Rusia Klaim Menang di Mariupol Ukraina, Bagaimana Nasib Tahanan Perang?

Rusia Klaim Menang di Mariupol Ukraina, Bagaimana Nasib Tahanan Perang?

Global
Puluhan Ahli Bahan Peledak Suriah Disebut Bantu Rusia Siapkan Serangan ke Ukraina

Puluhan Ahli Bahan Peledak Suriah Disebut Bantu Rusia Siapkan Serangan ke Ukraina

Global
Mantan Pelatih Lumba-lumba Asal Malaysia Jadi Anggota Parlemen Australia, Kemenangan yang Mengejutkan

Mantan Pelatih Lumba-lumba Asal Malaysia Jadi Anggota Parlemen Australia, Kemenangan yang Mengejutkan

Global
Ukraina Terkini: Wali Kota di Enerhodar yang Ditunjuk Rusia Jadi Korban Ledakan

Ukraina Terkini: Wali Kota di Enerhodar yang Ditunjuk Rusia Jadi Korban Ledakan

Global
Petaka Kebakaran Feri di Filipina, 7 Orang Tewas

Petaka Kebakaran Feri di Filipina, 7 Orang Tewas

Global
Anthony Albanese Dilantik Jadi PM Australia, Langsung Terbang ke Tokyo Hadiri Pertemuan Quad

Anthony Albanese Dilantik Jadi PM Australia, Langsung Terbang ke Tokyo Hadiri Pertemuan Quad

Global
Azerbaijan dan Armenia Sepakat Bahas Perdamaian soal Nagorno-Karabakh

Azerbaijan dan Armenia Sepakat Bahas Perdamaian soal Nagorno-Karabakh

Global
Dilarang Taliban, Warga Dirikan Sekolah Rahasia untuk Anak Perempuan

Dilarang Taliban, Warga Dirikan Sekolah Rahasia untuk Anak Perempuan

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.