Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Kompas.com - 25/09/2020, 22:06 WIB
(Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG(Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain.

KOMPAS.com - Sudan dan Oman kemungkinan menjadi negara lain yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pengumuman normalisasi hubungan kedua negara tersebut dengan Israel paling cepat dilakukan pekan depan.

Kabar tersebut dilaporkan oleh sebuah media Israel, Maariv, pada Jumat (25/9/2020) sebagaimana dilansir dari Yeni Safak.

Surat kabar tersebut melaporkan Sudan dan Oman saat ini terlibat dalam pembicaraan intensif dengan Israel yang ditengahi oleh Amerika Serikat ( AS).

Baca juga: Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Maariv melaporkan pembicaraan tersebut bertujuan untuk mengumumkan perjanjian perdamaian pekan depan.

Surat kabar itu juga mengatakan kemajuan signifikan telah dicapai antara Israel dan Oman.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk merilis pernyataan bersama sesegera mungkin.

"Pernyataan itu akan diterbitkan pekan depan, dan jika muncul kesulitan teknis, maka akan diumumkan pada pekan berikutnya," tulis laporan itu.

Baca juga: AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

Belum ada komentar langsung atas klaim surat kabar tersebut dari Oman.

Negara tersebut sebelumnya menyambut baik perjanjian Israel dengan Uni Emirat Arab ( UEA) dan Bahrain baru-baru ini.

Sementara di Sudan, Maariv melaporkan bahwa kesepakatan mungkin ditunda sampai pemerintah dan parlemen baru diselesaikan di negara Afrika Utara itu.

Baca juga: AS Berjanji Bakal Mempertahankan Keunggulan Militer Israel

Namun, dikatakan surat kabar tersebut Washington menentang penundaan apa pun.

AS juga mendesak para pejabat Sudan untuk segera bergerak, berjanji akan mengeluarkan Sudan dari daftar negara-negara AS yang dituduh mendukung terorisme.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X