Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Kompas.com - 25/09/2020, 22:06 WIB

KOMPAS.com - Sudan dan Oman kemungkinan menjadi negara lain yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pengumuman normalisasi hubungan kedua negara tersebut dengan Israel paling cepat dilakukan pekan depan.

Kabar tersebut dilaporkan oleh sebuah media Israel, Maariv, pada Jumat (25/9/2020) sebagaimana dilansir dari Yeni Safak.

Surat kabar tersebut melaporkan Sudan dan Oman saat ini terlibat dalam pembicaraan intensif dengan Israel yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Maariv melaporkan pembicaraan tersebut bertujuan untuk mengumumkan perjanjian perdamaian pekan depan.

Surat kabar itu juga mengatakan kemajuan signifikan telah dicapai antara Israel dan Oman.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk merilis pernyataan bersama sesegera mungkin.

"Pernyataan itu akan diterbitkan pekan depan, dan jika muncul kesulitan teknis, maka akan diumumkan pada pekan berikutnya," tulis laporan itu.

Baca juga: AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

Belum ada komentar langsung atas klaim surat kabar tersebut dari Oman.

Negara tersebut sebelumnya menyambut baik perjanjian Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain baru-baru ini.

Sementara di Sudan, Maariv melaporkan bahwa kesepakatan mungkin ditunda sampai pemerintah dan parlemen baru diselesaikan di negara Afrika Utara itu.

Baca juga: AS Berjanji Bakal Mempertahankan Keunggulan Militer Israel

Namun, dikatakan surat kabar tersebut Washington menentang penundaan apa pun.

AS juga mendesak para pejabat Sudan untuk segera bergerak, berjanji akan mengeluarkan Sudan dari daftar negara-negara AS yang dituduh mendukung terorisme.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.