AS Beri Sanksi Baru Iran untuk Pelanggaran HAM

Kompas.com - 25/09/2020, 15:14 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, 6 Mei 2020. KEVIN LAMARQUE/REUTERSMenteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, 6 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) pada Kamis (24/9/2020), memasukkan beberapa pejabat dan entitas Iran ke daftar hitam atas dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia.

Di antara pajabat Iran yang masuk dalam daftar hitam dan dikenai sanksi adalah hakim yang disebut terlibat dalam kasus pegulat Iran yang dihukum mati, menurut laporan yang dilansir dari Reuters pada Jumat (25/9/2020).

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan mengatakan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada Hakim Seyyed Mahmoud Sadati, Hakim Mohammad Soltani, Cabang 1 Pengadilan Revolusi Shiraz, serta Penjara Adel Abad, Orumiyeh, dan Vakilabad.

Baca juga: Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan Kejahatan, sebagai Balasan Kritikan

Perwakilan Khusus AS untuk Iran dan Venezuela, Elliott Abrams mengatakan sanksi tersebut ditujukan kepada hakim yang menghukum mati pegulat Iran Navid Afkari.

Pompeo mengatakan Sadati, hakim Cabang 1 Pengadilan Revolusi Shiraz, dilaporkan mengawal salah satu persidangan Afkari.

"AS berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang menyangkal kebebasan dan keadilan kepada rakyat Iran dan hari ini Amerika Serikat akan mengumumkan sanksi terhadap beberapa pejabat dan entitas Iran termasuk hakim yang menghukum mati Navid Afkari," kata Abrams dalam sidang di Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Baca juga: Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Pegulat Iran Afkari dieksekusi pada awal bulan ini setelah dihukum karena penikaman fatal terhadap seorang penjaga keamanan selama protes anti-pemerintah pada 2018, media pemerintah Iran melaporkan.

Selain Afkari, yang juga masuk dalam daftar hitam adalah entitas penjara Adel Abad, di mana Pompeo mengatakan pegulat tersebut dilaporkan disiksa oleh pejabat Iran, dan penjara Vakilabad, tempat warga AS Michael White ditahan.

Baca juga: Jatuhkan Kembali Sanksi, Babak Baru Perang Tanpa Darah AS dan Iran

Pompeo juga menyebut Iran, atas apa yang dia katakan sebagai penahanan yang salah terhadap 3 orang Amerika, yaitu Baquer, Siamak Namazi dan Morad Tahbaz.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan melakukan segala upaya untuk membawa mereka pulang.

Awal pekan ini, Washington memberlakukan sanksi baru terhadap kementerian pertahanan Iran dan lainnya yang terlibat dalam program nuklir dan persenjataannya.

Baca juga: Presiden Iran Hassan Rouhani: AS Mendekati Kekalahan Lawan Iran

Kebijakan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut untuk mendukung pernyataan AS, bahwa semua sanksi PBB terhadap Teheran sekarang dipulihkan.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri pada 2018, dari kesepakatan nuklir Iran yang dibuat oleh pendahulunya.

Namun, AS mulai mendesak penerapan kembali sanksi yang telah dikurangi berdasarkan perjanjian tersebut.

Baca juga: Kemenlu Iran: AS Berdiri di Sisi Sejarah yang Salah


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Malaysia Segera Adakan Konsultasi dengan Penguasa Kerajaan Lain Setelah Terima Proposal Keadaan Darurat

Raja Malaysia Segera Adakan Konsultasi dengan Penguasa Kerajaan Lain Setelah Terima Proposal Keadaan Darurat

Global
Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental

Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental

Global
Mantan Pramugari Bercinta dengan Remaja di Sekolah, Hanya Dipenjara Seminggu

Mantan Pramugari Bercinta dengan Remaja di Sekolah, Hanya Dipenjara Seminggu

Global
Minta Berhubungan Seks sebagai Ganti Bantuan Kemanusiaan, Staf Inggris Akan Dipecat

Minta Berhubungan Seks sebagai Ganti Bantuan Kemanusiaan, Staf Inggris Akan Dipecat

Global
Pemuda Jepang Ciptakan Layanan Teman Bercerita untuk Tekan Angka Bunuh Diri

Pemuda Jepang Ciptakan Layanan Teman Bercerita untuk Tekan Angka Bunuh Diri

Global
Polandia Zona Merah Covid-19, Presidennya Positif Corona

Polandia Zona Merah Covid-19, Presidennya Positif Corona

Global
Kesepian dan Depresi Diisolasi, Lansia Berharap Tidak Ada Lagi Lockdown

Kesepian dan Depresi Diisolasi, Lansia Berharap Tidak Ada Lagi Lockdown

Global
AstraZeneca Akan Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 di AS

AstraZeneca Akan Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 di AS

Global
Efek Kebijakan Imigrasi Trump, Ratusan Anak Migran Terpisah dari Orangtua

Efek Kebijakan Imigrasi Trump, Ratusan Anak Migran Terpisah dari Orangtua

Global
Pertama Kalinya dalam 13 Tahun, Jepang Akan Rekrut Astronaut pada 2021

Pertama Kalinya dalam 13 Tahun, Jepang Akan Rekrut Astronaut pada 2021

Global
Pistachio, Anjing Berbulu Hijau yang Langka Lahir di Italia

Pistachio, Anjing Berbulu Hijau yang Langka Lahir di Italia

Global
Pemilik Kastil Setan Bernilai Rp 52,1 Miliar Mulai Merasakan Tempatnya Berhantu

Pemilik Kastil Setan Bernilai Rp 52,1 Miliar Mulai Merasakan Tempatnya Berhantu

Global
Mufti Damaskus yang Tewas dalam Ledakan Mobil adalah Seorang Pejuang

Mufti Damaskus yang Tewas dalam Ledakan Mobil adalah Seorang Pejuang

Global
Seorang Wanita Telantarkan Bayi 4 Bulan Positif Covid-19

Seorang Wanita Telantarkan Bayi 4 Bulan Positif Covid-19

Global
Petani Australia Putus Asa, Desak agar Backpacker Segera Didatangkan

Petani Australia Putus Asa, Desak agar Backpacker Segera Didatangkan

Global
komentar
Close Ads X