Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Kompas.com - 24/09/2020, 18:22 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Minden-Tahoe Airport di Minden, Nevada, Sabtu (12/9/2020). AP PHOTO/ANDREW HARNIKPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Minden-Tahoe Airport di Minden, Nevada, Sabtu (12/9/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump menolak untuk menjamin dia bakal meletakkan jabatan dengan damai jika kalah dalam Pilpres AS.

Pernyataan yang diucapkan presiden ke-45 AS itu tak pelak memantik kritikan tak haya dari oposisi Partai Demokrat. Bahkan dari partainya sendiri, Republik.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, dia ditanya apakah bakal berkomitmen pada prinsip dasar demokrasi: penyerahan kekuasaan secara damai.

Baca juga: Trump Mengecam China saat PBB Memperingatkan Perang Dingin

"Yah, kita harus melihat apa yang terjadi," kata Trump. Ucapannya itu memantik sindiran dari rivalnya di Pilpres AS, Joe Biden.

Kepada awak media, kandidat presiden dari Demokrat itu mengaku tidak habis pikir dengan penolakan yang diperlihatkan oleh suami Melania itu.

"Dengar, dia bahkan mengatakan sesuatu yang sangat irasional. Saya tak tahu harus menanggapi bagaimana," kata dia dikutip AFP Rabu (23/9/2020).

Bahkan Mitt Romney, senator yang berasal dari Republik menyatakan, keraguan sang presiden akan konstitusi itu sendiri "sama sekali tak bisa diterima".

"Hal dasar dalam demokrasi adalah penyerahan kekuasaan secara damai. Tanpa itu, jadilah Belarus," jelas Romney yang kerap mengkritik Trump itu.

Baca juga: Pilpres AS: Konsisten Ungguli Trump, Biden Dekati Magic Number 50 Persen


"Singkirkan" balotnya

Pernyataan presiden itu disampaikan setelah dia, yang mengejutkan era Presiden AS modern, betapa dia mengeluhkan keadilan di pemilihan.

Dia mengomentari rencana penggunaan mail-in ballots dibanding in-person karena wabah virus corona yang melanda seluruh dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut 'Pilkada' Australia

Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut "Pilkada" Australia

Global
Sebuah Masjid di Perancis Ditutup Terkait Kasus Kematian Samuel Paty

Sebuah Masjid di Perancis Ditutup Terkait Kasus Kematian Samuel Paty

Global
Mengapa PM Jepang Lirik Indonesia dan Vietnam sebagai Kunjungan Pertama?

Mengapa PM Jepang Lirik Indonesia dan Vietnam sebagai Kunjungan Pertama?

Global
Mantan Tahanan Korea Utara Kisahkan Diinjak Tangannya jika Bergerak di Penjara

Mantan Tahanan Korea Utara Kisahkan Diinjak Tangannya jika Bergerak di Penjara

Global
Suriah Minta Tukar Sandera dengan Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS

Suriah Minta Tukar Sandera dengan Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS

Global
Kasus Guru Dipenggal karena Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Polisi Perancis Tahan 15 Orang

Kasus Guru Dipenggal karena Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Polisi Perancis Tahan 15 Orang

Global
Abaikan Larangan Berenang, Video Perlihatkan Pria Ini Diterkam Buaya

Abaikan Larangan Berenang, Video Perlihatkan Pria Ini Diterkam Buaya

Global
Temuannya Berpotensi Sembuhkan Covid-19, Gadis Ini Dihadiahi Rp 366 Juta

Temuannya Berpotensi Sembuhkan Covid-19, Gadis Ini Dihadiahi Rp 366 Juta

Global
Indonesia Tolak Permintaan AS Daratkan Pesawat Mata-mata P-8 Poseidon di Tanah Air

Indonesia Tolak Permintaan AS Daratkan Pesawat Mata-mata P-8 Poseidon di Tanah Air

Global
Kawasan di Kanada Ini Masih Bebas Virus Corona, Kok Bisa?

Kawasan di Kanada Ini Masih Bebas Virus Corona, Kok Bisa?

Global
Belanda Mau Ganti Rugi Rp 86 Juta ke Anak-anak Pejuang Indonesia yang Dieksekusi, tapi...

Belanda Mau Ganti Rugi Rp 86 Juta ke Anak-anak Pejuang Indonesia yang Dieksekusi, tapi...

Global
Hanya Menatap Kamera Ponsel, Pria Ini Jadi Bintang TikTok

Hanya Menatap Kamera Ponsel, Pria Ini Jadi Bintang TikTok

Global
Pria Ini Merasa Bangga Mengenakan Rok dan Sepatu Hak Tinggi Saat Bekerja

Pria Ini Merasa Bangga Mengenakan Rok dan Sepatu Hak Tinggi Saat Bekerja

Global
Sistem Praperadilan Korea Utara Dilaporkan Tidak Manusiawi, Penuh Siksaan

Sistem Praperadilan Korea Utara Dilaporkan Tidak Manusiawi, Penuh Siksaan

Global
Pekerja Gelap Tak Diampuni, Bagaimana Nasib Pertanian Australia?

Pekerja Gelap Tak Diampuni, Bagaimana Nasib Pertanian Australia?

Global
komentar
Close Ads X