Massa Kecam Hukuman Setimpal untuk Polisi Penembak Mati Breonna Taylor, Wanita Kulit Hitam

Kompas.com - 24/09/2020, 15:35 WIB
Breonna Taylor, tenaga medis asal Louisville, Kentucy, Amerika Serikat. Dia tewas pada 13 Maret setelah ditembak hingga delapan kali oleh polisi yang menggeledah rumahnya. Namanya kini disebut oleh aktivis dalam demo George Floyd. Facebook via BBCBreonna Taylor, tenaga medis asal Louisville, Kentucy, Amerika Serikat. Dia tewas pada 13 Maret setelah ditembak hingga delapan kali oleh polisi yang menggeledah rumahnya. Namanya kini disebut oleh aktivis dalam demo George Floyd.

LOUISVILLE, KOMPAS.com - Pengunjuk rasa yang marah menuntut keadilan untuk wanita kulit hitam, Breonna Taylor, di kota-kota di seluruh Amerika Serikat (AS) pada Rabu (23/9/2020).

Tuntutan itu dilontarkan, karena dakwaan hanya diajukan terhadap satu polisi yang terlibat dalam penembakan fatal yang kontroversial terhadap wanita kulit hitam berusia 26 tahun, yang namanya telah menjadi seruan dari gerakan Black Lives Matter.

Melansir AFP pada Kamis (24/9/2020), protes terbesar terjadi di Louisville, kota terbesar di Kentucky, tempat Taylor terbunuh pada Maret, tapi para demonstran turun ke jalan di seluruh negeri, dari New York dan Boston ke Washington hingga Los Angeles.

Setidaknya satu petugas polisi ditembak selama protes di Louisville, kata polisi kepada AFP.

Kemudian, media lokal melaporkan ada tambahan 1 orang petugas ditembak. Kondisi mereka saat ini belum diketahui.

Detektif Brett Hankison, yang dipecat pada Juni, didakwa oleh dewan hakim dengan 3 dakwaan "membahayakan secara sewenang-wenang" atas tembakan yang dia lakukan di apartemen yang bersebelahan dengan rumah Taylor.

Namun, baik Hankison maupun 2 petugas yang menembak Taylor hingga tewas tidak dituntut langsung terkait dengan kematiannya.

Baca juga: Orang Kulit Hitam Sering Jadi Korban, Larangan Pakai Saggy Pants Akan Dicabut

Ribuan demonstran turun ke jalan di Louisville setelah pengumuman hasil dakwaan tersebut, dan Ben Crump, seorang pengacara untuk keluarga Taylor, mengutuk keputusan dewan hakim sebagai "keterlaluan dan ofensif."

Polisi dengan perlengkapan anti huru-hara terlihat melakukan beberapa penangkapan di sore hari, dan setelah malam tiba polisi menggunakan granat kejut untuk membersihkan ratusan pengunjuk rasa dari Jefferson Square Park, di mana tugu peringatan untuk Taylor didirikan.

"Sebutkan namanya, Breonna Taylor," teriak para pengunjuk rasa.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X