Topan Haishen Hantam Jepang, Jutaan Warga Mencari Tempat Perlindungan

Kompas.com - 07/09/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi topan Shutterstock/AlexlkyIlustrasi topan

TOKYO, KOMPAS.com - Topan Haishen berkekuatan tinggi telah menghantam Jepang, Minggu (6/9/2020) di bagian selatan negara 'Sakura' itu dan membuat jutaan warganya mencari tempat perlindungan.

Melansir Japan Today, topan Haishen mulai melemah saat mendekati daratan Jepang, bergeser lebih jauh ke Barat menuju laut. Namun, tetap saja, badai itu merupakan badai yang besar dan sangat kuat.

Setelah menyerang sejumlah pulau terpencil di Selatan, pulau itu mendekati wilayah Kyushu pada hari Minggu kemarin pada waktu larut malam, dengan pihak berwenang mengeluarkan peringatan evakuasi untuk lebih dari tujuh juta penduduk di sana.

Baca juga: Topan Haishen di Jepang, Ini Imbauan KBRI Tokyo untuk WNI

Badan informasi cuaca mendesak orang-orang untuk melakukan "kewaspadaan yang sangat serius" untuk kemungkinan curah hujan tinggi, angin kencang, gelombang tinggi dan gelombang pasang.

"Diperkirakan curah hujan mencapai rekor tertinggi. Hal ini dapat menyebabkan tanah longsor atau bahkan dapat menyebabkan sungai besar banjir," kata Yoshihisa Nakamoto, direktur divisi prakiraan di Badan Meteorologi Jepang, selama rapat singkat yang disiarkan televisi.

Nakamoto menambahkan bahwa gelombang pasang bisa menyebabkan banjir yang meluas di daratan rendah, khususnya di sekitar muara sungai.

Baca juga: Jepang Dilanda Topan Haishen, Apakah Berdampak pada Indonesia?

Ketika badai melewati beberapa pulau terpencil pada Minggu pagi, angin kencang membengkokkan pepohonan palem dan hujan deras juga menghantam daerah tersebut.

Pada rapat kabinet darurat, Perdana Menteri Shinzo Abe memperingatkan adanya kemungkinan banjir dan tanah longsor.

"Kewaspadaan maksimum diperlukan karena curah hujan tinggi, angin kencang, gelombang tinggi dan pasang tinggi mungkin terjadi," kata Abe yang sebelumnya mengumumkan akan mengundurkan diri dari jabatan PM karena sakit.

"Saya meminta masyarakat Jepang, termasuk mereka yang tinggal di daerah berisiko tinggi banjir sungai atau air pasang, untuk tetap mendapat informasi dan segera mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan mereka."

Baca juga: Topan Amphan Terjang Sebagian Banglsdesh dan India, 22 Orang Tewas

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Global
Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

Internasional
Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Global
Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Global
Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Global
Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Global
Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Global
Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Global
Perawat Brasil Bentuk 'Genggaman Palsu' untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Perawat Brasil Bentuk "Genggaman Palsu" untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Global
Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Global
Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Global
Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Global
China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

Global
Militer Myanmar Bombardir Kotapraja Momauk, Penduduk Kabur Berlindung

Militer Myanmar Bombardir Kotapraja Momauk, Penduduk Kabur Berlindung

Global
komentar
Close Ads X