Shinzo Abe, PM Jepang yang Mengundurkan Diri, Balas Pesan Hangat ke Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Kompas.com - 02/09/2020, 08:04 WIB
Jokowi dan Shinzo Abe saling memberi pesan hangat usai pengumuman Shinzo Abe yang mengundurkan diri dari posisinya sebagai perdana menteri Jepang. Twitter Presiden RI @jokowiJokowi dan Shinzo Abe saling memberi pesan hangat usai pengumuman Shinzo Abe yang mengundurkan diri dari posisinya sebagai perdana menteri Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com - Semenjak mengumumkan kemundurannya dari posisi sebagai perdana menteri Jepangn, Shinzo Abe menerima banyak pesan hangat dari beberapa pemimpin negara.

Salah satunya dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ( Jokowi). Presiden Jokowi mengirimkan pesan hangat berbunyi,

"PM Abe adalah salah satu pemimpin dunia pertama yang saya jumpai ketika menjabat sebagai Presiden Indonesia pada 2014 silam. Di bawah kepemimpinannya, kami membuktikan hubungan bilateral yang lebih kuat antara Indonesia dengan Jepang. Terima kasih PM @AbeShinzo atas persahabatan ini. Saya doakan Anda sehat selalu."

Baca juga: Shinzo Abe Mundur dari PM Jepang, Ini Respons Jokowi...

PM Abe pun langsung membalas kicauan Presiden Jokowi menggunakan bahasa Indonesia, "Perkenankan saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas pesan hangat yang telah Yang Mulia tulis."

Baca juga: PM Jepang Shinzo Abe Mundur, Seberapa Besar Dampaknya Bagi Indonesia?

Dia juga melanjutkan kicauannya di Twitter, "Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada Yang Mulia beserta segenap rakyat Indonesia atas persahabatan yang telah terjalin selama saya menjabat sebagai Perdana Menteri."

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe resmi mengundurkan diri pada Jumat (28/8/2020) melalui konferensi pers yang disiarkan Reuters dari kantor perdana menteri di daerah Chiyoda, Tokyo, Jepang.

PM Abe mengundurkan diri karena sakit radang usus besar atau kolitis ulseratif kronis yang sudah dia alami sejak remaja.

Baca juga: Breaking News: PM Jepang Shinzo Abe Resmi Mengundurkan Diri

 

"Tiga belas tahun yang lalu, penyakit kronis saya muncul dalam satu tahun. Tiba-tiba saya harus mengundurkan diri sebagai PM, tapi kemudian (hal itu) bisa menyebabkan masalah besar kepada masyarakat," ungkap PM Abe dalam konferensi persnya seusai membahas penanganan wabah virus corona di Jepang.

Saat ini, partai penguasa di Jepang, LDP, berencana menggulirkan pemilihan ketua partai pada 14 September menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Shinzo Abe.

Ketua Partai LDP akan otomatis menjadi Perdana Menteri Jepang karena mayoritas kursi di Parlemen Jepang dikuasai oleh partai itu.

Dilansir dari Reuters, Minggu (31/8/2020), terdapat empat kandidat yang dispekulasikan akan berlomba memperebutkan jabatan tersebut.

Baca juga: Pemilihan PM Jepang Direncanakan 14 September, 4 Nama Ini Berpotensi Ikut

 


Sumber Twitter
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X