Pendapatnya Berubah-ubah, Dr Fauci Dicap Plin-plan

Kompas.com - 15/07/2020, 07:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan keterangan dari Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci mengenai klorokuin, obat malaria yang dianggap bisa menyembuhkan virus corona, di Gedung Putih, Washington, pada 20 Maret 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONGPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan keterangan dari Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci mengenai klorokuin, obat malaria yang dianggap bisa menyembuhkan virus corona, di Gedung Putih, Washington, pada 20 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, menjadi target kritik pejabat Gedung Putih dalam ketegangan yang muncul antara para pakar kesehatan dengan presiden.

Para pejabat Gedung Putih mengkritisi pendapat Dr Fauci mengenai penanganan Covid-19, seperti penggunaan masker dan jumlah lonjakan kasus virus corona, yang menurut para pejabat ada yang keliru.

Menurut catatan Universitas Johns Hopkins, AS memiliki lebih dari 3,3 juta kasus terkonfirmasi positif dan lebih dari 135.000 orang dilaporkan meninggal hingga Selasa (14/7/2020).

Tentang lonjakan kasus virus corona, Dr Fauci berpendapat bahwa peningkatan kasus terjadi akibat dari pembukaan kembali aktivitas normal ekonomi yang dilakukan dengan tergesa-gesa.

Baca juga: Suruh Pelajar Asing Pergi dari AS, 17 Negara Bagian Gugat Aturan Trump

Pendapat Dr Fauci tersebut bertentangan dengan kepentingan Presiden AS Donald Trump yang mengejar pemulihan ekonomi AS.

Pada Senin (13/7/2020), Trump me-retweet komentar dari seorang pembawa acara sebuah game show yang menuduh "semua orang", termasuk Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) telah berbohong tentang virus corona.

Melansir BBC pada Selasa (14/7/2002), Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany kemudian mengklarifikasi kepada wartawan bahwa Trump masih memiliki kepercayaan pada CDC.

Menurutnya, twit itu dimaksudkan untuk menunjukkan ketidaksenangannya dengan "beberapa orang jahat" yang membocorkan dokumen perencanaan.

Direktur Kantor Perdagangan dan Kebijakan Manufaktur, Peter Kent Navarro, mengatakan bahwa Dr Fauci "telah salah tentang semua pendapat yang disampaikan selama kami berinteraksi."

Baca juga: Selama Jadi Presiden AS, Trump Membuat 20.000 Klaim Palsu dan Menyesatkan

"Ketika saya memperingatkan pada akhir Januari dalam memo tentang kemungkinan pandemi yang mematikan, Fauci mengatakan kepada media agar tidak khawatir," kata Navarro.

Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah di Benua Afrika Temukan Cara Turunkan Perburuan Badak Liar

Pemerintah di Benua Afrika Temukan Cara Turunkan Perburuan Badak Liar

Global
Ayah Ini Berhasil Selamatkan Anak-anak Beserta Pengasuhnya dari Aligator

Ayah Ini Berhasil Selamatkan Anak-anak Beserta Pengasuhnya dari Aligator

Global
Berhubungan Seks dengan Gadis Remaja, Juara Ninja Warrior Terancam Dipenjara 95 Tahun

Berhubungan Seks dengan Gadis Remaja, Juara Ninja Warrior Terancam Dipenjara 95 Tahun

Global
Pria di AS Jual Pikap Antik Ini Cuma Seharga Rp 1,1 Juta

Pria di AS Jual Pikap Antik Ini Cuma Seharga Rp 1,1 Juta

Global
Salah Sebut Thailand sebagai Thighland, Trump Diejek di Internet

Salah Sebut Thailand sebagai Thighland, Trump Diejek di Internet

Global
Pemerintah India Khawatir Perdagangan Anak Meningkat Setelah Lockdown Dilonggarkan

Pemerintah India Khawatir Perdagangan Anak Meningkat Setelah Lockdown Dilonggarkan

Global
KJRI Hamburg Dorong Padang dan Bandung Perkuat Sister City dengan Jerman di Masa Pandemi

KJRI Hamburg Dorong Padang dan Bandung Perkuat Sister City dengan Jerman di Masa Pandemi

Global
Pejabat China Ejek Sanksi AS, Tawarkan Rp 1,4 Juta kepada Trump

Pejabat China Ejek Sanksi AS, Tawarkan Rp 1,4 Juta kepada Trump

Global
Pria Ini Mendirikan Kekaisaran Atlantium di Australia

Pria Ini Mendirikan Kekaisaran Atlantium di Australia

Global
Rampok Pria Kaya hingga Miliaran Rupiah, Geng Black Widow Diciduk Polisi

Rampok Pria Kaya hingga Miliaran Rupiah, Geng Black Widow Diciduk Polisi

Global
Kasus Covid-19 di Afrika Sudah Capai 1 Juta, tapi Diyakini Masih Bisa Lebih

Kasus Covid-19 di Afrika Sudah Capai 1 Juta, tapi Diyakini Masih Bisa Lebih

Global
Mutilasi dan Buang Potongan Jenazah Istri di Toilet, Pria Ini Ditangkap

Mutilasi dan Buang Potongan Jenazah Istri di Toilet, Pria Ini Ditangkap

Global
Pangkalan Militer Somalia Diguncang Ledakan, 8 Orang Tewas

Pangkalan Militer Somalia Diguncang Ledakan, 8 Orang Tewas

Global
Rahasia Nenek Ini Capai Usia 107 Tahun, Salah Satunya Peregangan 100 Kali Sehari

Rahasia Nenek Ini Capai Usia 107 Tahun, Salah Satunya Peregangan 100 Kali Sehari

Global
 Batal Dipenjara Seumur Hidup, Veteran Militer Penjual Ganja Kurang dari 30 Dollar AS

Batal Dipenjara Seumur Hidup, Veteran Militer Penjual Ganja Kurang dari 30 Dollar AS

Global
komentar
Close Ads X