Suruh Pelajar Asing Pergi dari AS, 17 Negara Bagian Gugat Aturan Trump

Kompas.com - 14/07/2020, 15:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan di South Lawn Gedung Putih di Washington, usai pulang dari bermain golf di New Jersey. Foto diambil pada Minggu, 14 Juni 2020. AP/PATRICK SEMANSKYPresiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan di South Lawn Gedung Putih di Washington, usai pulang dari bermain golf di New Jersey. Foto diambil pada Minggu, 14 Juni 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebanyak 17 negara bagian AS dan Distrik Columbia mengajukan gugatan terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ihwal visa bagi pelajar internasional.

Negara-negara yang telah mengajukan gugatan bersama adalah Colorado, Connecticut, Delaware, Illinois, Maryland, Massachusetts, Michigan, Minnesota, New Jersey, New Mexico, Oregon, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, Virginia, dan Wisconsin.

Mereka menganggap kebijakan tersebut sangat mendadak dan menilainya sebagai tindakan kejam dan melanggar hukum untuk mengusir mereka di tengah pandemi Covid-19.

Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menyatakan bahwa pelajar non-imigran dengan visa F-1 dan M-1 yang sekolah atau perguruan tingginya sepenuhnya menyelenggarakan kelas daring atau hanya mengambil kursus daring tidak diizinkan untuk tinggal di AS.

Gugatan tersebut diajukan di Pengadilan Distrik AS di Massachusetts terhadap Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan ICE. Mereka menggugat kedua lembaga tersebut untuk menghentikan seluruh aturan tersebut sebagaimana dilansri dari The Wire, Senin (14/7/2020).

Baca juga: Jika Kuliah Sepenuhnya Daring, Pelajar Asing Akan Dipaksa Keluar AS

Gugatan tersebut dipimpin oleh Jaksa Agung Massachusetts, Maura Healey, yang mewakili koalisi 18 jaksa agung dalam mengajukan gugatan.

Healey menuduh pemerintahan Trump bahkan tidak berusaha menjelaskan dasar aturan tersebut.

Padahal, sekolah dan perguruan tinggi berusaha menjaga pelajar internasional mereka sekaligus melindungi kesehatan dan keselamatan di kampus mereka.

“Massachusetts adalah rumah bagi ribuan siswa internasional yang memberikan kontribusi tak ternilai bagi institusi pendidikan, komunitas, dan ekonomi kita. Kami mengambil tindakan ini untuk memastikan mereka dapat terus hidup dan belajar di negara ini,” ujar Healey.

Gugatan tersebut telah diajukan beberapa hari setelah Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology mengajukan gugatan terhadap yang melarang pelajar internasional untuk tinggal di AS kecuali mereka menghadiri setidaknya satu kelas langsung.

Baca juga: Adu Cepat Tertular Covid-19, Pelajar di AS Adakan Pesta Corona

Halaman:

Video Pilihan

Sumber The Wire
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inflasi, Solusi Krisis Sri Lanka

Inflasi, Solusi Krisis Sri Lanka

Global
POPULER GLOBAL: Finlandia dan Swedia Daftar NATO | Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol

POPULER GLOBAL: Finlandia dan Swedia Daftar NATO | Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol

Global
Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Misteri Ruangan-ruangan Terkunci di Taj Mahal, Ada Rahasia Apa di Dalamnya?

Global
Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Global
Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Global
Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Global
Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Global
Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO dan Abaikan Peringatan Putin, Apa Dampaknya?

Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO dan Abaikan Peringatan Putin, Apa Dampaknya?

Global
Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Global
Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Global
CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

Global
Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Global
Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Global
Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.