Batal Naik Haji, Dokter ini Beramal ke RS untuk Lawan Covid-19

Kompas.com - 14/07/2020, 16:44 WIB
Suasana shalat tarawih yang digelar terbatas bagi petugas setempat di depan Kakbah, Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. ANTARA FOTO/REUTERS/GANOO ESSASuasana shalat tarawih yang digelar terbatas bagi petugas setempat di depan Kakbah, Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

DUSHANBE, KOMPAS.com - Seorang dokter dari Tajikistan, Shirin Nazirmadova, sudah menabung bertahun-tahun agar bisa berhaji.

Setelah tabungannya dirasa cukup, Nazirmadova berencana berhaji tahun ini. Namun mimpinya pupus ketika Arab Saudi melarang orang dari luar negeri untuk berhaji tahun ini.

Langkah tersebut diambil pihak kerajaan untuk membatasi penyebaran virus corona yang kian merebak sebagaimana dilansri dari Radio Free Europe/Radio Liberty, Selasa (14/7/2020).

Otoritas Arab Saudi pun hanya mengizinkan 1.000 orang dan itu pun berasal dari negeri itu sendiri untuk melaksanakan ibadah haji.

Peraturan pun diperketat. Para jemaah haji harus berusia di bawah 65 tahun dan mengikuti tes corona sebelum berhaji.

Baca juga: Aturan Haji Terbaru, Dilarang Menyentuh Kakbah

Alih-alih menyimpan tabungannya tersebut untuk digunakan berangkat berhaji tahun depan, Nazirmadovan memilih menyumbangkan uangnya ke sebuah rumah sakit di Farkhor, Tajikistan, untuk membantu memerangi virus corona.

Kondisi penanganan virus corona di negara itu cukup memprihatinkan. Alat pelindung diri ( APD) pun tidak terdistribusi secara merata.

Sebagai dokter senior, Nazirmadova ikut terjun langsung di garis depan dalam menangani wabah corona.

Nazirmadova tidak tahu lagi apakah tahun depan dia tetap bisa menunaikan ibadah haji.

Antrean Panjang

Sesuai dengan kuota jemaah haji tahunan yang diberikan Arab Saudi kepada Tajikistan, penduduk Tajikistan harus rela menunggu giliiran selama enam sampai tujuh tahun untuk pergi ke tanah suci.

Sementara itu jumlah pendaftar ibadah haji di negara tersebut melebihi kuota tahunan yakni sekitar 6.000 orang tiap tahun.

Baca juga: Demi Kelancaran Haji dan Umrah, Arab Saudi Terapkan Protokol Kesehatan

Penantian panjang beribadah haji serupa juga dirasakan oleh penduduk di negara-negara Asia Tengah lainnya seperti Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan.

Juru Bicara Komite Haji Tajikistan, Afshin Muqim, mengatakan mereka sedianya berangkat berhaji pada 2020 akan diberi kesempatan untuk berhaji tahun depan jika mereka mau.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X