Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Dituding Bertanggung Jawab atas Kuburan Massal 340 Jenazah di RS Gaza

Kompas.com - 24/04/2024, 09:07 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - Badan Pertahanan Sipil Gaza pada Selasa (13/4/2024) mengatakan, para petugas kesehatan telah menemukan hampir 340 mayat dari warga Palestina yang diduga dibunuh dan dikuburkan oleh pasukan Israel di kompleks RS Nasser di Kota Khan Younis.

Kepala kantor media Pemerintah Hamas di wilayah Palestina, Ismail al-Thawabta, juga menuduh pasukan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan kuburan massal di rumah sakit tersebut.

"Kami menemukan kuburan massal di dalam Kompleks Medis Nasser yang berisi orang-orang yang dibunuh oleh tentara penjajah (Israel)," kata Thawabta kepada AFP pada Senin (12/4/2024).

Baca juga: Saat 313 Mayat Ditemukan di Kuburan Massal 2 RS Gaza...

Dalih Israel

Di sisi lain, Militer Israel menepis klaim bahwa pasukannya telah menguburkan ratusan mayat warga Palestina di sebuah rumah sakit di Gaza.

Mereka mengatakan bahwa mayat-mayat tersebut hanya telah diperiksa dalam pencarian sandera.

"Klaim bahwa IDF mengubur mayat-mayat warga Palestina tidak berdasar dan tidak beralasan," kata Militer, tanpa secara langsung menanggapi tuduhan bahwa pasukan Israel berada di balik pembunuhan tersebut.

Pihak Militer Israel mengakui bahwa pasukannya telah memeriksa mayat-mayat yang dikuburkan di fasilitas tersebut.

"Selama operasi IDF di daerah Rumah Sakit Nasser, sesuai dengan upaya pencarian sandera dan orang hilang, mayat-mayat yang dikuburkan oleh warga Palestina di daerah Rumah Sakit Nasser telah diperiksa," kata pernyataan itu.

Baca juga: Sekjen PBB: Gaza Menjadi Kuburan Anak-anak Setiap Hari

Mereka mengeklaim, proses pemeriksaan dilakukan dengan cara yang hati-hati dan secara eksklusif di tempat-tempat yang menurut informasi intelijen mengindikasikan kemungkinan adanya sandera.

"Mayat-mayat yang diperiksa, yang bukan milik sandera Israel, dikembalikan ke tempatnya," kata pernyataan Militer Israel, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pihak militer tidak memberikan klarifikasi tambahan dalam menanggapi pertanyaan AFP yang berulangkali diajukan terkait tuduhan tentara Israel menggali "kuburan massal" di RS Nasser seperti yang dituduhkan oleh Thawabta.

AS angkat bicara

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby telah menanggapi laporan mengenai Israel berada di balik keberadaan kuburan massal di RS Gaza dalam sebuah konferensi pers Selasa.

"Jelas pemandangan kuburan massal secara umum sangat memprihatinkan, tetapi saya tidak memiliki apa pun yang dapat mengonfirmasi kebenarannya," kata Kirby kepada para wartawan.

"Kami pasti akan berbicara dengan rekan-rekan Israel kami... melihat apa yang mereka ketahui," tambahnya.

Pertempuran sengit telah terjadi pada pertengahan Februari lalu di area rumah sakit Nasser dan tank-tank Israel serta kendaraan lapis baja mengepungnya pada 26 Maret.

Militer Israel mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukannya "melakukan operasi yang tepat dan terarah terhadap organisasi teroris Hamas di daerah Rumah Sakit Nasser" pada akhir Februari.

Baca juga: Kuburan Berusia 3.000 Tahun Berisi Kerangka Berposisi Ganjil Ditemukan di Peru

Rumah sakit di Gaza bagaimanapun sejauh ini tidak luput dari serangan Israel terhadap Hamas.

Militer Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit dan fasilitas medis sebagai pusat komando untuk menimbun senjata dan peralatan, serta menahan sandera yang diculik dalam serangan 7 Oktober. 

Hamas membantah tuduhan tersebut.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi Akan Diadakan di Teheran pada Rabu 22 Mei

Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi Akan Diadakan di Teheran pada Rabu 22 Mei

Global
Rangkuman Hari Ke-817 Serangan Rusia ke Ukraina: 29 Drone Dijatuhkan | Penembakan Rusia Tewaskan 2 Orang

Rangkuman Hari Ke-817 Serangan Rusia ke Ukraina: 29 Drone Dijatuhkan | Penembakan Rusia Tewaskan 2 Orang

Global
Di Iran, Meninggalnya Presiden Disambut Duka dan Perayaan Terselubung

Di Iran, Meninggalnya Presiden Disambut Duka dan Perayaan Terselubung

Global
Israel-Hamas Tolak Rencana ICC untuk Menangkap Para Pemimpinnya

Israel-Hamas Tolak Rencana ICC untuk Menangkap Para Pemimpinnya

Global
Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Internasional
Sebelum Ebrahim Raisi, Ini Deretan Pemimpin Lain yang Tewas dalam Drama Penerbangan

Sebelum Ebrahim Raisi, Ini Deretan Pemimpin Lain yang Tewas dalam Drama Penerbangan

Global
Joe Biden Kecam ICC karena Berupaya Menangkap PM Israel

Joe Biden Kecam ICC karena Berupaya Menangkap PM Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Presiden Iran Meninggal Kecelakaan | Kronologi Penemuan Helikopter Raisi

[POPULER GLOBAL] Presiden Iran Meninggal Kecelakaan | Kronologi Penemuan Helikopter Raisi

Global
China: Dinamika Politik Taiwan Tak Akan Ubah Kebijakan 'Satu China'

China: Dinamika Politik Taiwan Tak Akan Ubah Kebijakan "Satu China"

Global
Sejarah Orang Jawa di Kaledonia Baru, Negara yang Sedang Dilanda Kerusuhan

Sejarah Orang Jawa di Kaledonia Baru, Negara yang Sedang Dilanda Kerusuhan

Global
Ketika 706 Orang Bernama Kyle Berkumpul, tapi Gagal Pecahkan Rekor...

Ketika 706 Orang Bernama Kyle Berkumpul, tapi Gagal Pecahkan Rekor...

Global
Meski Alami Luka Bakar, Jenazah Presiden Iran Dapat Dikenali dan Tak Perlu Tes DNA

Meski Alami Luka Bakar, Jenazah Presiden Iran Dapat Dikenali dan Tak Perlu Tes DNA

Global
ICC Ancang-ancang Keluarkan Surat Perintah Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

ICC Ancang-ancang Keluarkan Surat Perintah Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

Global
Ukraina Jatuhkan 29 Drone Rusia dalam Semalam, Targetkan Barat, Tengah, dan Selatan

Ukraina Jatuhkan 29 Drone Rusia dalam Semalam, Targetkan Barat, Tengah, dan Selatan

Global
Hari Ini, Kondisi PM Slovakia Stabil dan Membaik

Hari Ini, Kondisi PM Slovakia Stabil dan Membaik

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com