10.000 Lebih Warga Melbourne Menolak Dites Covid-19, Sebagian Percaya Konspirasi

Kompas.com - 04/07/2020, 07:15 WIB
Seorang polisi memeriksa surat-surat peng.endara mobil saat check-point virus corona di Melbourne, Australia, pada Kamis (2/7/2020) ABC NEWS/DANIEL FERMERSeorang polisi memeriksa surat-surat peng.endara mobil saat check-point virus corona di Melbourne, Australia, pada Kamis (2/7/2020)

MELBOURNE, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Negara Victoria Jenny Mikakos mengatakan, lebih dari 10.000 orang Melbourne yang tinggal di wilayah hostspot menolak dites, sebagian di antaranya karena percaya virus corona adalah konspirasi.

Seiring dengan peningkatan jumlah kasus di beberapa wilayah di Melbourne, ratusan petugas telah dikerahkan untuk mendatangi rumah warga di kawasan penyebaran baru virus corona.

Mereka mendorong warga menjalani tes yang sedang dilakukan besar-besaran oleh pemerintah.

Baca juga: Antisipasi China, Australia Siapkan Bujet Militer Rp 2.700 Triliun

Jenny mengatakan, sebanyak 164.000 orang telah dites di seluruh Victoria, melebihi target pemerintah, dan para petugas sudah mendatangi 95.000 rumah.

Namun, menurutnya ada 10.000 orang lebih yang menolak untuk dites dengan alasan yang bermacam-macam, termasuk alasan bahwa mereka sudah menjalani tes swab.

"Ini mengkhawatirkan menurut laporan yang saya terima, beberapa orang percaya kalau virus corona adalah sebuah konspirasi atau merasa corona tidak berdampak untuk mereka," katanya.

Negara bagian Victoria dengan ibukota Melbourne kini mencatat 442 kasus aktif, termasuk 6 orang di ruang perawatan intensif.

Baca juga: Eksploitasi terhadap Mahasiswa Asing di Australia, dari Pelecehan Seksual sampai Tidak Dibayar Sesuai

Pemimpin Victoria Premier Daniel Andrews mengatakan, meskipun angka kasus baru Covid-19 termasuk tinggi, cukup melegakan melihat angkanya cenderung stabil daripada terus berlipat ganda.

Ia juga sudah mengumumkan dana tambahan sebesar 2 juta dollar Australia (Rp 20 miliar) untuk dana kesehatan mental bagi warga yang tinggal di kawasan hotspot.

Jumat (3/7/2020) adalah hari kedua pemberlakuan pembatasan, yang berdampak pada lebih dari 300.000 warga yang tinggal di 10 wilayah kode pos di Melbourne.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Global
Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Global
Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Global
Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
komentar
Close Ads X