Pejabat Garis Keras China Pimpin Badan Keamanan Nasional Hong Kong, Siapakah Dia?

Kompas.com - 03/07/2020, 19:56 WIB
Foto tertanggal 20 Desember 2011 menunjukkan Zheng Yanxiong tampil di televisi. Pejabat garis keras ini pada Jumat (3/7/2020) ditunjuk mengepalai badan keamanan nasional di Hong Kong. AFP/MARK RALSTONFoto tertanggal 20 Desember 2011 menunjukkan Zheng Yanxiong tampil di televisi. Pejabat garis keras ini pada Jumat (3/7/2020) ditunjuk mengepalai badan keamanan nasional di Hong Kong.

HONG KONG, KOMPAS.com - China menunjuk seorang pejabat garis keras untuk memimpin badan keamanan nasional, yang baru saja didirikan di Hong Kong.

Penunjukan ini dilakukan pada Jumat (3/7/2020), dan pejabat garis keras tersebut bernama Zheng Yanxiong.

Ia berasal dari partai yang terkenal saat menangani demonstrasi pro-demokrasi besar-besaran di "Negeri Panda".

Baca juga: UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong Dinilai Lebih Kejam dari Dugaan

Zheng naik jabatan melalui jajaran pemerintah lokal di selatan Provinsi Guangdong yang berbatasan dengan Hong Kong. Di sana ia bekerja sebagai Sekretaris Jenderal komite Partai Komunis provinsi.

Pria berusia 56 tahun itu dikenal sebagai golongan garis keras yang kerap meredam protes anti-korupsi yang meletus di desa Wukan provinsi tersebut pada 2011, setelah seorang aktivis lokal tewas dalam tahanan polisi.

"Dia adalah seorang penegak hukum yang tangguh, orang yang menegakkan hukum dan ketertiban," kata Willy Lam pakar Partai Komunis China di Universitas China Hong Kong, kepada AFP.

Baca juga: Pelanggar UU Keamanan Nasional Hong Kong Terancam Penjara Seumur Hidup

Selain pengangkatan Zheng, Dewan Negara juga menunjuk Luo Huining yang kini menjabat direktur Kantor Penghubung Beijing di Hong Kong, sebagai penasihat keamanan nasional.

Komisi keamanan nasional yang baru dibentuk dikepalai oleh Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam.

Sebagai loyalis Presiden Xi Jinping, Luo membangun reputasi untuk menegakkan disiplin Partai Komunis dan memberantas korupsi.

Baca juga: UU Keamanan Nasional Diterapkan, Polisi Hong Kong Tahan 180 Orang Pendemo

Dilansir dari AFP Jumat (3/7/2020), para pemimpin otoriter China mengatakan, UU Keamanan Nasional akan memulihkan stabilitas Hong Kong setelah satu tahun dilanda protes besar.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Caplok Tepi Barat, PM Israel: Ditunda, Bukan Dibatalkan

Soal Caplok Tepi Barat, PM Israel: Ditunda, Bukan Dibatalkan

Global
Sulut Rokok dengan Api Kompor, Wanita Ini Tak Sengaja Bakar Wajahnya

Sulut Rokok dengan Api Kompor, Wanita Ini Tak Sengaja Bakar Wajahnya

Global
Di Wilayah Spanyol Berlaku Larangan Merokok untuk Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Di Wilayah Spanyol Berlaku Larangan Merokok untuk Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Global
Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Global
Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Global
Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Global
Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
komentar
Close Ads X