Meski Masih Positif, Beijing Cabut Larangan Perjalanan

Kompas.com - 03/07/2020, 19:50 WIB
Polisi dan anggota keamanan berusaha mencegah fotografer mengambil foto di pembatas yang mengelilingi perumahan penduduk, di dekat pasar Xinfadi, yang telah diberlakukan lockdown setelah penyebaran baru penyakit virus korona (COVID-19) di Beijing, China, Sabtu (20/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas PeterPolisi dan anggota keamanan berusaha mencegah fotografer mengambil foto di pembatas yang mengelilingi perumahan penduduk, di dekat pasar Xinfadi, yang telah diberlakukan lockdown setelah penyebaran baru penyakit virus korona (COVID-19) di Beijing, China, Sabtu (20/6/2020).

BEIJING, KOMPAS.com - China mencabut larangan bepergian ke Beijing setelah beberapa minggu wabah virus corona merebak di kota itu.

Juru bicara Biro Keamanan Beijing, Pan Xuhong, mengatakan setiap warga yang tinggal di kawasan "berisiko rendah" dapat meninggalkan Beijing tanpa tes.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Sabtu besok (4/7/2020).

Xuhong mengklaim strategi penanganan virus corona di kota tersebut berhasil memutus transmisi penyebaran virus.

Baca juga: Beijing Nyatakan Wabah Virus Corona Sudah Diatasi

Dia juga mengklaim beberapa hari terakhir ini jumlah kasus positif Covid-19 di Beijing kurang dari 3 setiap harinya.

"Faktor risiko telah berkurang drastis. Tidak ada tanda-tanda penyebaran virus di masyarakat luas," kata Xuhong sebagaimana dilansir dari AFP, Jumat (3/7/2020).

Pengumuman tersebut datang setelah Beijing mencabut karantina wilayah setelah sebelumnya ditemukan ratusan kasus yang terkait dengan Pasar Xinfadi Beijing.

Pejabat Beijing, Zhang Qiang, berujar bahwa ibu kota Negeri "Panda" tersebut telah mengetes lebih dari 10 juta orang, hampir separuh populasi kota, sejak 11 Juni hingga 3 Juli 2020.

Nucleic acid test (NAT) digunakan sebagai metode pengetesan virus corona kota itu. Tes tersebut dinilai kurang terbukti mengonfirmasi infeksi virus corona.

Baca juga: Kasus Virus Corona Meningkat Lagi, Warga Beijing Khawatir

Akhir-akhir ini beberapa kasus dinyatakan positif terinfeksi virus corona setelah beberapa hari sebelumnya menunjukkan hasil negatif.

Pada Mei, China dianggap mampu mengendalikan virus corona sebelum klaster Beijing muncul.

Setelah klaster itu muncul, pemerintah China langsung menerapkan karantina total terhadap hampir setengah juta orang. 

Langkah tersebut diadopsi dari strategi China di Wuhan awal tahun ini.

Baca juga: Cegah Klaster Baru Corona, Beijing Uji Hampir 1 Juta Orang Tiap Hari


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Klinis Tahap 3, Inggris Rela Beli 60 Juta Dosis Calon Vaksin Corona

Uji Klinis Tahap 3, Inggris Rela Beli 60 Juta Dosis Calon Vaksin Corona

Global
Perjanjian Israel-UEA Digadang sebagai 'Langkah Besar' Menuju Perdamaian

Perjanjian Israel-UEA Digadang sebagai "Langkah Besar" Menuju Perdamaian

Global
Soal Caplok Tepi Barat, PM Israel: Ditunda, Bukan Dibatalkan

Soal Caplok Tepi Barat, PM Israel: Ditunda, Bukan Dibatalkan

Global
Sulut Rokok dengan Api Kompor, Wanita Ini Tak Sengaja Bakar Wajahnya

Sulut Rokok dengan Api Kompor, Wanita Ini Tak Sengaja Bakar Wajahnya

Global
Di Wilayah Spanyol Berlaku Larangan Merokok untuk Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Di Wilayah Spanyol Berlaku Larangan Merokok untuk Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Global
Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Global
Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Global
Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Global
Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
komentar
Close Ads X