Inggris dan Australia Tawarkan Kewarganegaraan untuk Hong Kong

Kompas.com - 02/07/2020, 14:24 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson ketika memberikan pidato kemenangan di Uxbridge, pada 13 Desember 2019. Pidato itu disampaikan setelah Partai Konservatif yang dipimpinnya menjadi mayoritas dengan meraih 358 dari total 650 kursi Parlemen Inggris. REUTERS/TOBY MELVILLEPerdana Menteri Inggris Boris Johnson ketika memberikan pidato kemenangan di Uxbridge, pada 13 Desember 2019. Pidato itu disampaikan setelah Partai Konservatif yang dipimpinnya menjadi mayoritas dengan meraih 358 dari total 650 kursi Parlemen Inggris.

KOMPAS.com - Lebih dari 3 juta warga Hong Kong ditawarkan kesempatan untuk menetap di Inggris dan pada akhirnya bisa mendaftarkan diri sebagai warga negara, menurut keterangan Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, sebagaimana dikutip BBC.

PM Inggris itu mengatakan bahwa kemerdekaan Hong Kong telah dinodai oleh UU Keamanan Nasional dan semua yang terdampak ditawari 'jalan keluar' oleh eks-kolonial mereka, Inggris.

Sekitar 350.000 pemegang paspor Inggris dan 2.6 juta lainnya yang memenuhi syarat bisa tinggal di Inggris selama 5 tahun.

Dan setelah setahun, mereka bisa mengajukan diri untuk mendapatkan kewarganegaraan.

Sebelumnya, pemegang paspor luar negeri nasional Inggris (BNO) di Hong Kong dijamin dengan status sosial pada 1980 tapi saat ini memiliki hak terbatas dan hanya bisa mengakses visa ke Inggris selama 6 bulan.

Baca juga: Inggris Tawarkan Suaka bagi Warga Hong Kong, Begini Peringatan China

Di bawah rencana pemerintah, seluruh pemegang paspor BNO dan keluarganya akan memiliki hak untuk bisa tinggal di Inggris termasuk memiliki hak untuk bekerja dan belajar selama 5 tahun.

Dalam hal ini, mereka juga akan bisa mengajukan diri untuk status tempat tinggal dan setahun kemudian bisa mendaftar sebagai warga negara Inggris.

Pada Selasa (30/6/2020), PM Inggris Boris Johnson, terkait UU Keamanan Nasional China untuk Hong Kong memberikan pernyataannya.

Menurutnya, hal itu merupakan 'pelanggaran jelas dan serius' atas kesepakatan resmi deklarasi gabungan Sino-Inggris 1985.

Sebuah perjanjian yang mengatur tentang kebebasan warga Hong Kong yang dilindungi selama 50 tahun setelah China mengambil kedaulatan pada 1997.

Baca juga: Jika China Terapkan UU Keamanan, Inggris Siap Tampung 3 Juta Warga Hong Kong

Halaman:

Sumber BBC,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelompok Pria Bersenjata Tembak Mati 6 Turis Perancis dan 2 Petugas Cagar Alam di Niger

Kelompok Pria Bersenjata Tembak Mati 6 Turis Perancis dan 2 Petugas Cagar Alam di Niger

Global
Viral, Foto Bokong Matador Diseruduk Banteng sampai Terlempar ke Udara

Viral, Foto Bokong Matador Diseruduk Banteng sampai Terlempar ke Udara

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kota Berusia 300 Tahun Muncul Lagi, Warga Filipina Geger | Haji 2020 Sukses, Arab Saudi Mulai Lirik Umrah

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kota Berusia 300 Tahun Muncul Lagi, Warga Filipina Geger | Haji 2020 Sukses, Arab Saudi Mulai Lirik Umrah

Global
Krisis Kepercayaan di Lebanon, Perdana Menteri Tawarkan Ide Pemilihan Dini

Krisis Kepercayaan di Lebanon, Perdana Menteri Tawarkan Ide Pemilihan Dini

Global
Menteri Informasi Lebanon Mengundurkan Diri Pasca-Ledakan di Beirut dan Unjuk Rasa Warga

Menteri Informasi Lebanon Mengundurkan Diri Pasca-Ledakan di Beirut dan Unjuk Rasa Warga

Global
Ekuador Awasi 260 Kapal Penangkap Ikan China di Dekat Perairan Galapagos

Ekuador Awasi 260 Kapal Penangkap Ikan China di Dekat Perairan Galapagos

Global
Hujan Lebat 3 Hari, Hampir 50 Orang di Pakistan Tewas

Hujan Lebat 3 Hari, Hampir 50 Orang di Pakistan Tewas

Global
Selingkuh, Guru SD Kepergok Berhubungan Seks dengan Orangtua Murid

Selingkuh, Guru SD Kepergok Berhubungan Seks dengan Orangtua Murid

Global
Terekam Tendang Perempuan Lansia, Penjaga Keamanan RS Ini Ditangkap

Terekam Tendang Perempuan Lansia, Penjaga Keamanan RS Ini Ditangkap

Global
100 Hari Tanpa Penularan Lokal Virus Corona di Selandia Baru

100 Hari Tanpa Penularan Lokal Virus Corona di Selandia Baru

Global
Perempuan Iran Buat Podcast untuk Lawan Anggapan 'Suami Pukul Istri Itu Biasa'

Perempuan Iran Buat Podcast untuk Lawan Anggapan 'Suami Pukul Istri Itu Biasa'

Global
Heboh, Kambing Lahir dengan Mata di Mulut, Disembah bak Dewa

Heboh, Kambing Lahir dengan Mata di Mulut, Disembah bak Dewa

Global
Diduga Tak Bayar Uang Suap ke Polisi, Pria Ini Dijambak dan Disiksa

Diduga Tak Bayar Uang Suap ke Polisi, Pria Ini Dijambak dan Disiksa

Global
Aksi Demo di Thailand Meluber ke Kota-kota Lain

Aksi Demo di Thailand Meluber ke Kota-kota Lain

Global
Kisah Rumah di Tengah Jalan Layang, Pemilik 'Ngeyel' Tak Mau Digusur

Kisah Rumah di Tengah Jalan Layang, Pemilik "Ngeyel" Tak Mau Digusur

Global
komentar
Close Ads X