Virus Corona Mengintai di Kamp Pengungsian Palestina dan Suriah yang Kumuh

Kompas.com - 05/04/2020, 15:17 WIB
Perempuan dan anak-anak terlihat di luar tenda di kamp Furat (Efrat) untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dari Deir Ezzor, sebelah utara kota Kafr Dariyan di provinsi utara Idlib, Suriah. Foto diambil pada 27 November 2017. Ibrahim Yasouf / AFPPerempuan dan anak-anak terlihat di luar tenda di kamp Furat (Efrat) untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dari Deir Ezzor, sebelah utara kota Kafr Dariyan di provinsi utara Idlib, Suriah. Foto diambil pada 27 November 2017.

BEIRUT, KOMPAS.com - Ratusan ribu pengungsi Palestina dan Suriah tinggal di kamp-kamp pengungsian yang padat dan kumuh di Lebanon. Virus corona mengintai di balik lingkungan itu.

Lebanon adalah rumah bagi puluhan ribu warga Palestina di kamp-kamp pengungsian selama beberapa dekade, dan telah menjadi lingkungan yang ramai.

Sedikitnya 1,5 juta warga Suriah juga mengungsi di sana, melarikan diri dari perang yang berkecamuk di negaranya.

Sejauh ini 1 warga Palestina yang tinggal di luar kamp dan 3 warga Suriah positif Covid-19.

Baca juga: Wabah Corona, Israel-Palestina Pertimbangkan Pertukaran Tahanan

Sementara itu di Lebanon sendiri terdapat 520 kasus dan 17 korban meninggal dunia, menurut keterangan pejabat negara yang dikutip dari AFP.

Pengungsi Palestina dan Suriah yang tinggal di kamp-kamp kumuh dan sempit ini, sangat rentan terkena penyakit termasuk Covid-19.

"Perhatian utama tetap... penyebaran virus corona di kamp-kamp pengungsian Palestina yang penuh sesak di mana ada kemungkinan yang sangat terbatas untuk isolasi di rumah," kata Huda Samra, juru bicara badan pengungsi UNRWA.

Menurut perempuan itu, UNRWA sedang berusaha mendirikan "pusat isolasi" di dalam kamp sebagai tempat karantina bagi siapa pun yang membutuhkan.

Baca juga: Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: Israel dan Palestina Bersatu Tangani Covid-19

Fasilitas serupa juga sedang dibuat untuk warga Suriah yang tinggal di dekat lautan dalam tenda kanvas, kata badan pengungsi PBB UNHCR.

Namun untuk kasus yang memburuk harus dievakuasi ke unit perawatan intensif Lebanon, yang dikhawatirkan tidak bisa menampung banyak.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Anjing Menangis Dipaksa Makan Cabe Demi Konten

Video Viral Anjing Menangis Dipaksa Makan Cabe Demi Konten

Global
Video Detik-detik Crane Ambruk Ditabrak Kapal Kontainer Terbesar di Dunia

Video Detik-detik Crane Ambruk Ditabrak Kapal Kontainer Terbesar di Dunia

Global
Seorang Wanita Masukan Kotoran Anjing ke Kotak Surat Para Pendukung Trump

Seorang Wanita Masukan Kotoran Anjing ke Kotak Surat Para Pendukung Trump

Global
Tim Sepak Bola Kalah 37-0 gara-gara Social Distancing 2 Meter di Pertandingan

Tim Sepak Bola Kalah 37-0 gara-gara Social Distancing 2 Meter di Pertandingan

Global
Percaya Ritual Mandi Lumpur Cegah Virus Corona, Politisi India Positif Covid-19

Percaya Ritual Mandi Lumpur Cegah Virus Corona, Politisi India Positif Covid-19

Global
Video Viral Wanita Naiki Peti Mati Kekasihnya dan Berjoget di Atasnya

Video Viral Wanita Naiki Peti Mati Kekasihnya dan Berjoget di Atasnya

Global
Ngebut 140 Km/Jam Sambil Tidur di Mobil, Sopir Ditilang Polisi

Ngebut 140 Km/Jam Sambil Tidur di Mobil, Sopir Ditilang Polisi

Global
Survei: Kata Generasi Milenial dan Gen Z Soal Holocaust

Survei: Kata Generasi Milenial dan Gen Z Soal Holocaust

Global
UU Baru Disahkan di Nigeria, Pria Pemerkosa Akan Dikebiri

UU Baru Disahkan di Nigeria, Pria Pemerkosa Akan Dikebiri

Global
Tolak Pelatihan Anti-rasialisme, Trump Usulkan Pelajaran Patriotik di Sekolah

Tolak Pelatihan Anti-rasialisme, Trump Usulkan Pelajaran Patriotik di Sekolah

Global
Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS ke-39 Jimmy Carter Resmi Ajukan Laporan 'Penampakan UFO'

Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS ke-39 Jimmy Carter Resmi Ajukan Laporan "Penampakan UFO"

Global
Ragam Barang Antik Revolusioner China Dicuri, Ditaksir Nilainya Lebih dari Rp 7,4 Triliun

Ragam Barang Antik Revolusioner China Dicuri, Ditaksir Nilainya Lebih dari Rp 7,4 Triliun

Global
Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

Global
Seorang Penggemar dan Pekerja Wahana Ekstrem yang Tewas dari 'Swing Ride'

Seorang Penggemar dan Pekerja Wahana Ekstrem yang Tewas dari "Swing Ride"

Global
Pesta Pernikahan jadi Superspreader Virus Corona, 7 Tewas dan 177 Terinfeksi

Pesta Pernikahan jadi Superspreader Virus Corona, 7 Tewas dan 177 Terinfeksi

Global
komentar
Close Ads X