PSK Thailand Saat Lockdown, Terpaksa Ambil Risiko demi Kebutuhan Hidup

Kompas.com - 05/04/2020, 14:07 WIB
Seorang pekerja seks komersial (PSK) duduk dalam kegelapan saat  menunggu pelanggan di dekat sebuah distrik bar populer di Shanghai, China, pada 7 Juni 2003. REUTERS/Claro CortesSeorang pekerja seks komersial (PSK) duduk dalam kegelapan saat menunggu pelanggan di dekat sebuah distrik bar populer di Shanghai, China, pada 7 Juni 2003.

BANGKOK, KOMPAS.com - Lockdown yang diterapkan di Thailand membuat keramaian menghilang, dan Pekerja Seks Komersial (PSK) terpaksa ambil risiko demi penuhi kebutuhan hidup.

Pim contohnya, PSK yang ditemui AFP ini ketakutan karena sangat butuh pelanggan untuk membayar sewa tempat tinggalnya.

Distrik lampu merah dari Bangkok ke Pattaya menjadi sepi, dengan kelab malam dan panti pijat ditutup dan turis dilarang masuk.

Situasi ini menyebabkan sekitar 300.000 PSK kehilangan pekerjaan, membuat mereka "turun" ke jalan yang berisiko tertular virus corona.

Baca juga: Naik Pitam Disebut Loyo, Seorang Pria di Subang Cekik PSK hingga Tewas

"Aku takut tertular tapi aku perlu mencari pelanggan untuk membayar sewa kamar dan membeli makanan," kata Pim (32) seorang PSK transgender.

Di Bangkok yang sebelumnya dihiasi gemerlap lampu neon, kini senyap dengan bar dan rumah bordil sudah tutup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak Jumat (3/4/2020) Thailand menerapkan jam malam dari pukul 22.00 sampai 4.00 pagi keesokan harinya. Bar dan restoran sudah tutup beberapa hari sebelumnya.

Baca juga: Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Pembunuhan PSK di Sleman

Biasanya banyak PSK Bangkok bekerja di bar, mendapat tip lalu pulang dengan pelangganya.

Ketika tempat kerja mereka tiba-tiba ditutup, sebagian besar kembali ke rumah sembari menanti wabah virus corona usai.

Sementara itu yang lainnya seperti Pim turun ke jalanan mencari pelanggan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Truth Social, Situs Media Sosial Donald Trump,  Akan Digarap Bersama Pangeran Brasil

Truth Social, Situs Media Sosial Donald Trump, Akan Digarap Bersama Pangeran Brasil

Global
Sprinter Ekuador Ikon Negaranya di Olimpiade London 2012 Ditembak Mati di Rumahnya

Sprinter Ekuador Ikon Negaranya di Olimpiade London 2012 Ditembak Mati di Rumahnya

Global
AS Desak Korea Utara Berhenti Memprovokasi dan Terima Tawaran Dialog

AS Desak Korea Utara Berhenti Memprovokasi dan Terima Tawaran Dialog

Global
Berpakaian Seperti Hantu, Seorang Wanita Tewas Ditembak Tetangganya

Berpakaian Seperti Hantu, Seorang Wanita Tewas Ditembak Tetangganya

Global
Ikut Lomba Makan Hot Dog, Seorang Mahasiswa Tewas Tersedak

Ikut Lomba Makan Hot Dog, Seorang Mahasiswa Tewas Tersedak

Global
Gembong Narkoba Kolombia 'Otoniel' Ditangkap, Terbesar sejak Pablo Escobar

Gembong Narkoba Kolombia "Otoniel" Ditangkap, Terbesar sejak Pablo Escobar

Global
Bangun Proyek Kereta Maya, Meksiko Temukan Situs Arkeologi Suci Ribuan Tahun Lalu

Bangun Proyek Kereta Maya, Meksiko Temukan Situs Arkeologi Suci Ribuan Tahun Lalu

Global
Kabar Dunia Sepekan: Covid-19 Merebak Lagi di China | Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat

Kabar Dunia Sepekan: Covid-19 Merebak Lagi di China | Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat

Global
Media Asing Soroti Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian 1965-1966 di Indonesia

Media Asing Soroti Keterlibatan Inggris dalam Pembantaian 1965-1966 di Indonesia

Global
Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Sejarah Shuttlecock dalam Permainan Badminton

Internasional
Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Sejarah Sistem Poin Badminton dari 1877-Sekarang

Internasional
Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Sejarah BWF, Induk Bulu Tangkis Dunia dari Proses Unifikasi

Internasional
Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Peraturan dan Teknik Dasar Badminton, Tak Boleh Asal Pukul

Internasional
Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah Badminton, Dimainkan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Internasional
Penemuan Mumi Khuwy Ungkap Mumifikasi Canggih dari Kerajaan Lama Mesir yang Tak Terduga

Penemuan Mumi Khuwy Ungkap Mumifikasi Canggih dari Kerajaan Lama Mesir yang Tak Terduga

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.