Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

28 Tentara Suriah Tewas akibat Serangan ISIS

Kompas.com - 19/04/2024, 16:32 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

DAMASKUS, KOMPAS.com - Kelompok ISIS pada Kamis (18/4/2024) melakukan serangan di dua tempat berbeda. Dalam satu serangan, sedikitnya 22 tentara reguler dan pejuang dari pasukan pro-pemerintah Suriah tewas.

Sedangkan di tempat lain, ISIS juga menewaskan enam tentara Suriah terhadap sebuah pangkalan di dekat Albu Kamal.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, 22 tentara Suriah itu tewas akibat ISIS melepaskan tembakan ke sebuah bus militer di provinsi Homs timur.

Baca juga: Israel Serang Hezbollah di Suriah, Ini Tujuannya

"Sebagian besar dari mereka yang tewas adalah anggota Brigade Quds, sebuah kelompok yang terdiri dari pejuang Palestina yang mendapat dukungan dari sekutu Suriah," kata pengamat perang yang berbasis di Inggris tersebut.

"Secara terpisah, enam tentara Suriah tewas dalam serangan ISIS lainnya terhadap sebuah pangkalan di dekat Albu Kamal," imbuh laporan tersebut.

Sebagaimana diberitakan AFP pada Jumat (19/4/2024), media pemerintah belum melaporkan serangan tersebut.

Diketahui, ISIS menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada 2014 dan melancarkan teror.

Kelompok ini dikalahkan secara teritorial di Suriah pada 2019, namun sisa-sisa kelompok ini terus melakukan serangan mematikan, terutama terhadap pasukan pro-pemerintah dan pejuang pimpinan Kurdi di gurun Badia yang luas.

Pada akhir Maret, militan ISIS membunuh delapan tentara Suriah dalam sebuah penyergapan, kata monitor tersebut.

Tak hanya itu saja, ada sebanyak 14 tentara dibunuh oleh para jihadis pada hari-hari sebelumnya.

Baca juga: 7 Anak Tewas akibat Ledakan di Suriah Selatan

Perang Suriah telah merenggut nyawa lebih dari setengah juta orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi sejak meletus pada Maret 2011 dengan penindasan brutal yang dilakukan Damaskus terhadap protes anti-pemerintah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com