Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentingnya Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

Kompas.com - 19/04/2024, 08:39 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP,Kemlu

NEW YORK, KOMPAS.com - Indonesia termasuk negara yang mendukung Palestina jadi anggota penuh PBB.

Sudah sejak 2012, Palestina "hanya" menyandang status sebagai negara pengamat non-anggota PBB.

Mereka pun telah melakukan lobi selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB, yang berarti pengakuan atas kenegaraan Palestina.

Baca juga: AS Veto Resolusi DK PBB soal Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Sayangnya, dalam upaya terbaru, Amerika Serikat di sidang DK PBB pada Kamis (18/4/2024) memveto resolusi yang merekomendasikan kepada Majelis Umum PBB agar Negara Palestina diterima sebagai anggota PBB.

Rancangan resolusi itu diperkenalkan atau digagas oleh Aljazair.

Lantas, apa pentingnya keanggotaan penuh Palestina di PBB?

Menjelang voting di sidang DK PBB pada Kamis, Utusan Khusus Otoritas Palestina, Ziad Abu Amr, mengatakan kepada Dewan bahwa memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina di PBB akan menghapus ketidakadilan bersejarah yang telah dialami oleh generasi-generasi penerus Palestina.

“Ini (keanggotaan penuh) akan membuka prospek luas menuju perdamaian sejati berdasarkan keadilan," katanya.

Seperti diketahui, setiap permintaan untuk menjadi negara anggota PBB, harus terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari Dewan Keamanan dan kemudian didukung oleh 2/3 mayoritas Majelis Umum.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour, mengaku tidak akan menyerah untuk mengupayakan keanggotaan penuh Palestina di PBB setelah AS memveto rosulusi DK PBB kali ini.

Baca juga: AS Veto Resolusi DK PBB soal Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

"Fakta bahwa resolusi ini tidak lolos, tidak akan mematahkan semangat kami, dan tidak akan mengalahkan tekad kami," ujar sambil menangis.

Ia menegaskan kembali bahwa Otoritas Palestina tidak akan berhenti berusaha mendapatkan pengakuan Negara Palestina.

"Negara Palestina tidak bisa dihindari. Itu nyata. Tolong ingat bahwa ketika sidang ini ditunda, di Palestina ada orang-orang tak berdosa yang membayar harga dengan nyawa mereka... untuk penundaan keadilan, kebebasan dan perdamaian," tambahnya, ketika orang lain di ruangan itu juga menangis, sebagaimana dilansir AFP.

Surat kepada Sekjen PBB

Sebelumnya, dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tertanggal Selasa (2/4/2024), Riyad Mansour meminta "atas instruksi kepemimpinan Palestina" agar permohonan yang diajukan pada 2011 terkait keanggotaan penuh di PBB dapat dipertimbangkan kembali bulan ini oleh DK PBB.

Mansour telah berulang kali mengatakan dalam beberapa bulan terakhir bahwa dalam menghadapi serangan militer Israel di Jalur Gaza, keanggotaan PBB adalah prioritas bagi Palestina.

Baca juga: Dewan Keamanan Akan Voting untuk Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Permohonan yang diajukan oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas pada 2011 tercatat tidak pernah diajukan ke Dewan Keamanan untuk dilakukan pemungutan suara, dan Majelis Umum memberikan status pengamat kepada Palestina pada November 2012.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Global
China 'Hukum' Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

China "Hukum" Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

Global
UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com