Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Demam Berdarah Melonjak Hampir 50 Persen di Benua Amerika

Kompas.com - 19/04/2024, 06:35 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Kasus demam berdarah telah menciptakan situasi darurat di Amerika, meskipun kasus di titik panas, yakni Argentina dan Brasil tampaknya telah stabil.

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) pada Kamis (18/4/2024), yang juga merupakan badan PBB, telah mengonfirmasi lebih dari 5,2 juta kasus demam berdarah di seluruh Amerika pada tahun ini.

Kasus melonjak lebih dari 48 persen dari 3,5 juta kasus yang dilaporkan kelompok tersebut pada akhir bulan lalu.

Baca juga: Kematian akibat Demam Berdarah di Bangladesh Capai 1.006 Orang, Jadi Wabah Terburuk

Dilansir dari Reuters, lebih dari 1.800 orang telah meninggal karena penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk ini, naik dari lebih dari 1.000 kematian yang dilaporkan pada bulan lalu pada tahun ini hingga bulan Maret.

“Kami menghadapi situasi darurat,” kata Direktur PAHO Jarbas Barbosa dalam konferensi pers.

Negara-negara yang sejauh ini paling terkena dampak wabah ini, Argentina dan Brasil, masih memiliki penularan yang sangat kuat.

Barbosa menambahkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir tampaknya ada stabilisasi, atau bahkan pengurangan.penularan di negara-negara tersebut. kasus.

Dia juga memperingatkan bahwa pasokan vaksin demam berdarah yang ada sangat terbatas dan bahkan vaksinasi yang meluas tidak akan berdampak langsung dalam menghentikan wabah yang sedang berlangsung.

“Vaksin demam berdarah dapat berperan penting dalam mengurangi kasus kematian yang parah, namun memerlukan waktu hingga efek vaksin dapat tercermin dalam penurunan kasus demam berdarah,” kata Barbosa.

Gejala demam berdarah antara lain demam, sakit kepala, muntah, ruam kulit, serta nyeri otot dan sendi.

Baca juga: Bosnia Suntik Mati 20.000 Babi karena Wabah Demam Babi Afrika

Dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan demam berdarah yang lebih parah, sehingga mengakibatkan pendarahan yang dapat berujung pada kematian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com