Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Argentina Surplus APBN untuk Kali Pertama dalam 16 Tahun

Kompas.com - 24/04/2024, 11:29 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Argentina mencatatkan surplus anggaran triwulan untuk kali pertama dalam 18 tahun sejak 2008.

Presiden baru Argentina yaitu Javier Milei yang melakukan penghematan belanja memujinya sebagai pencapaian bersejarah.

Pada kuartal pertama 2024, negara Amerika Selatan ini mencatat surplus Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) sekitar 275 miliar peso (Rp 5 triliun), kata Milei kepada stasiun tv nasional pada Senin (22/4/2024) malam.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Stagflasi di Argentina

Angka tersebut adalah surplus 0,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ini kuartal pertama dengan surplus finansial sejak 2008,” kata Milei, mengacu pada tahun pertama saingannya dari sayap kiri, Cristina Kirchner, menjabat sebagai presiden.

Milei, yang mulai menjabat pada Desember 2023, membanggakannya sebagai prestasi bersejarah yang penting dalam skala global.

“Jika negara tidak membelanjakan lebih dari yang dikumpulkannya dan tidak mengeluarkan (uang), maka tidak akan terjadi inflasi. Ini bukan keajaiban,” lanjut Milei, yang menyebut dirinya sebagai anarko-kapitalis, dikutip dari kantor berita AFP.

Milei memenangi pemilu Argentina pada November 2023 dan berjanji mengurangi defisit hingga nol.

Target itu lebih ambisius daripada syarat Dana Moneter Internasional (IMF), yang meminjamkan 44 miliar dollar AS (Rp 710,55 triliun) kepada Argentina.

Untuk mencapai target itu, ia menerapkan program penghematan yang membuat pemerintah memangkas subsidi bahan bakar dan energi transportasi, meskipun inflasi tahunan mencapai 290 persen tahun-ke-tahun.

Tingkat kemiskinan mencapai 60 persen dan para pekerja kehilangan seperlima dari dari daya beli mereka.

Sementara itu, ribuan pegawai negeri kehilangan pekerjaan.

Baca juga:

“Jangan mengharapkan jalan keluar melalui belanja publik,” Milei memperingatkan pada Senin.

Para mahasiswa universitas yang didukung serikat pekerja dan partai oposisi pada Selasa (23/4/2024) berdemonstrasi memprotes pemotongan dana untuk pendidikan tinggi, penelitian, dan ilmu pengetahuan oleh presiden baru ini.

Sejumlah universitas menyatakan darurat anggaran setelah pemerintah menyetujui dana 2024 sama dengan 2023, meskipun inflasi mendekati 300 persen dan kenaikan biaya energi hampir 500 persen.

“Dengan jumlah dana yang mereka berikan kepada kami, kami hanya bisa beroperasi antara dua sampai tiga bulan lagi,” kata Rektor Universitas Buenos Aires (UBA), Ricardo Gelpi.

Baca juga: Tinggalkan Dollar AS, Argentina Bayar Impor dari China dengan Yuan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Penembakan di Afghanistan, 3 Turis Spanyol Tewas, 7 Lainnya Terluka

Penembakan di Afghanistan, 3 Turis Spanyol Tewas, 7 Lainnya Terluka

Global
[POPULER GLOBAL] Spanyol Tolak Kapal Bawa 27 Ton Bahan Peledak | Pasokan Medis Tak Bisa Masuk Gaza

[POPULER GLOBAL] Spanyol Tolak Kapal Bawa 27 Ton Bahan Peledak | Pasokan Medis Tak Bisa Masuk Gaza

Global
WHO: Tak Ada Pasokan Medis Masuk ke Gaza Selama 10 Hari

WHO: Tak Ada Pasokan Medis Masuk ke Gaza Selama 10 Hari

Global
PM Slovakia Jalani Operasi Baru, Kondisinya Masih Cukup Serius

PM Slovakia Jalani Operasi Baru, Kondisinya Masih Cukup Serius

Global
Warga Sipil Israel Kembali Berulah, Truk Bantuan di Tepi Barat Dibakar

Warga Sipil Israel Kembali Berulah, Truk Bantuan di Tepi Barat Dibakar

Global
13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

Global
Kera Tergemuk di Thailand Mati karena Sering Diberi Permen dan Minuman Manis

Kera Tergemuk di Thailand Mati karena Sering Diberi Permen dan Minuman Manis

Global
Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Global
Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Internasional
Korut Tembakkan Rudal Balistik Tak Dikenal, Ini Alasannya

Korut Tembakkan Rudal Balistik Tak Dikenal, Ini Alasannya

Global
Siapa 'Si Lalat' Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Siapa "Si Lalat" Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Internasional
Tekno-Nasionalisme Xi Jinping dan Dampaknya pada Industri Global

Tekno-Nasionalisme Xi Jinping dan Dampaknya pada Industri Global

Global
2 Polisi Malaysia Tewas Ditembak dan Diserang, Pelaku Disebut Terafiliasi Jemaah Islamiyah

2 Polisi Malaysia Tewas Ditembak dan Diserang, Pelaku Disebut Terafiliasi Jemaah Islamiyah

Global
AS Sebut Dermaga Terapungnya Mulai Dipakai untuk Kirim Bantuan ke Gaza

AS Sebut Dermaga Terapungnya Mulai Dipakai untuk Kirim Bantuan ke Gaza

Global
Suara Tembakan di Dekat Kedutaan Israel, Polisi Swedia Menahan Beberapa Orang

Suara Tembakan di Dekat Kedutaan Israel, Polisi Swedia Menahan Beberapa Orang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com