Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER GLOBAL] Roket dari Irak Hantam Suriah | Peran Yordania terhadap Israel

Kompas.com - 23/04/2024, 05:30 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Berita mengenai roket yang ditembakkan dari Irak menghantam pangkalan koalisi AS di Suriah memuncaki daftar Populer Global saat ini.

Sedangkan di bawahnya, kenapa Yordania ikut mencegah serangan Iran ke Israel beberapa waktu lalu?

Berita lainnya yang banyak dibaca di kanal Global Kompas.com adalah terkait banjir besar melanda China hingga puluhan ribu warga dievakuasi.

Baca juga: Pria Gaza Ubah Parasut Bantuan Jadi Tempat Berlindung

Selengkapnya, berikut rangkuman daftar Populer Global edisi Senin (22/4/2024) hingga Selasa (23/4/2024) pagi yang dapat disimak:

1. Roket dari Irak Hantam Pangkalan Koalisi AS di Suriah

Roket dari Irak utara pada Minggu (21/4/2024) malam menghantam pangkalan militer koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah.

Kantor berita AFP melaporkan, ini adalah serangan besar pertama terhadap pasukan koalisi dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini terjadi beberapa hari setelah Israel dilaporkan menanggapi serangan Iran dengan drone, di tengah ketegangan yang dipicu oleh perang Gaza.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

2. Kenapa Yordania Ikut Cegat Serangan Iran ke Israel?

Minggu (14/4/2024) malam hingga Senin (15/4/2024) terasa panjang bagi warga Timur Tengah menyusul serangan Iran ke Israel.

Sebanyak 170 drone, 30 rudal jelajah, dan 110 rudal balistik dilesatkan dari Iran, Irak, Suriah, dan Yaman menuju wilayah Israel.

Israel mengeklaim sistem pertahanan mereka yang canggih mampu menangkis drone dan rudal Iran. Sebagian ditembak jatuh oleh sekutu Israel, yaitu Amerika Serikat.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

Baca juga: Merasa Gagal pada 7 Oktober, Kepala Intelijen Israel Mundur

3. Banjir Besar Melanda China, Hampir 60.000 Orang Dievakuasi

Banjir besar melanda Provinsi Guangdong China akibat hujan lebat selama berhari-hari. Pihak berwenang mengevakuasi hampir 60.000 orang dari rumahnya.

Sebagaimana diberitakan BBC pada Senin (22/4/2024), 11 orang hilang, dan sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Rekaman di media pemerintah menunjukkan sebagian besar wilayah terendam banjir dan tim penyelamat mengangkut orang-orang dengan sekoci di air setinggi pinggang.

Halaman:

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

Global
Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Global
Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Global
Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Global
Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Global
Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Global
Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Global
Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Global
Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Global
Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Global
Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Global
Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Global
Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Global
Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Global
Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com