AS, Taliban, dan Afghanistan Akan Diselidiki Terkait Kejahatan Perang

Kompas.com - 05/03/2020, 22:49 WIB
Gedung International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda. Foto diambil pada 3 Maret 2011. Jerry Lampen/REUTERSGedung International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda. Foto diambil pada 3 Maret 2011.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Pengadilan Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC) akan melakukan investigasi terkait kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat (AS), Taliban, dan Afghanistan.

Laporan dari BBC menyebutkan, penyelidikan akan dilakukan untuk tindakan ketiga kubu tersebut sejak Mei 2003 di konflik Afghanistan.

Kemudian dilansir dari Reuters, penyelidikan ini membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah, dan membuka jalan bagi jaksa penuntut Fatou Bensouda untuk melakukan penyelidikan penuh, walau ditentang pemerintah AS.

"Komisi Banding menganggap pantas untuk... mengesahkan penyelidikan," kata Ketua Hakim Piotr Hofmanski.

Baca juga: Trump kepada Pemimpin Politik Taliban: Anda Orang yang Tangguh!

Dia mencatat bahwa pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan Bensouda telah menemukan alasan yang masuk akal untuk percaya kejahatan perang dilakukan di Afghanistan, dan pengadilan memiliki yurisdiksi.

Tahun lalu panel praperadilan menolak permintaan Bensouda pada 2017 untuk membuka penyelidikan.

Alasannya peluang keberhasilan rendah, mengingat terbatasnya waktu, kurangnya kerja sama dari kubu Kabul dan Washington DC, serta "tidak akan melayani kepentingan keadilan."

Namun Hofmanski mengatakan, Bensouda harus melanjutkan dan tidak membatasi penyelidikannya pada temuan awal, karena "akan menghambat fungsi pencarian kebenaran penuntut."

Baca juga: Wapres Maruf Amin: Indonesia Dukung Kesepakatan Damai AS-Taliban

Bensouda percaya ada alasan untuk membuka penyelidikan terhadap pelanggaran yang dilakukan antara 2003 dan 2014.

Pelanggaran yang dimaksud mencakup dugaan pembunuhan massal warga sipil oleh Taliban, dan dugaan penyiksaan tahanan oleh otoritas Afghanistan, serta pada tingkat yang lebih rendah oleh pasukan AS dan CIA.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Reuters,BBC,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X