Trump kepada Pemimpin Politik Taliban: Anda Orang yang Tangguh!

Kompas.com - 04/03/2020, 21:42 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020). JOSHUA ROBERTS/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan keluar dari Marine One, saat kembali ke Gedung Putih untuk berpidato di Conservative Political Action Conference, Sabtu (29/2/2020).

KABUL, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump telah berbicara melalui telepon kepada seorang pejabat senior Taliban pada saat perselisihan tentang pertukaran tahanan dan pecahnya kekerasan yang baru-baru ini terjadi.

Kekerasan itu membahayakan perjanjian damai AS-Taliban yang baru ditandatangani sabtu lalu.

Pihak Taliban mengatakan percakapan antara Washington dan Doha berlangsung selama 35 menit.

Presiden Trump di dalam percakapan itu berkata, "Anda adalah ornag yang tangguh dan memiliki negara hebat dan saya mengerti kini Anda berjuang untuk tanah air Anda. Kami telah berada di sana selama 19 tahun dan itu waktu yang sangat lama. Penarikan pasukan kami dari Afghanistan menjadi kepentingan semua orang."

Baca juga: Setelah Trump Telepon, Taliban Bunuh 20 Polisi dan Tentara Afghanistan

Trump membenarkan perbincangan itu. Dia bahkan memberi sedikit rincian terkait diskusi dengan pria yang secara keliru disebutnya sebagai 'pemimpin Taliban'.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Percakapan kami baik, kami sepakat tidak ada kekerasan. Kami tidak ingin ada kekerasan. Kami akan lihat apa yang terjadi," ujar Trump, "Kami melakukan perbincangan yang baik dengan pemimpin Taliban."

AS menandatangani dua perjanjian pada sabtu lalu. Pertama, perjanjian dengan Taliban.

Perjanjian itu menawarkan penarikan penuh pasukan AS secara berkala dalam 14 bulan jika para pemberontak mau ambil bagian dalam perbincangan damai intra-Afghanistan yang komprehensif.

Kedua, perjanjian deklarasi dengan pemerintah Afghanistan, AS menekankan perlunya negosiasi dengan Taliban untuk memerangi terorisme.

Baca juga: Taliban Enggan Berdamai, Kalau 5.000 Tahanannya Tidak Dibebaskan

Namun, tidak lama dari perjanjian itu, pada Senin, Taliban mengatakan pihaknya akan kembali ke operasi militer setelah pengurangan kekerasan dilakukan selama sepekan menjelang hari perjanjian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Berencana Bangun Pipa Gas Baru ke Mesir

Israel Berencana Bangun Pipa Gas Baru ke Mesir

Global
Terseret Skandal Pandora Papers, Presiden Ekuador Diselidiki

Terseret Skandal Pandora Papers, Presiden Ekuador Diselidiki

Global
Ratu Elizabeth II Menginap di Rumah Sakit, Kali Pertama dalam Beberapa Tahun Terakhir

Ratu Elizabeth II Menginap di Rumah Sakit, Kali Pertama dalam Beberapa Tahun Terakhir

Global
Tak Terima, Erdogan Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS

Tak Terima, Erdogan Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS

Global
Kali Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan, Menlu Pakistan Kunjungi Kabul

Kali Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan, Menlu Pakistan Kunjungi Kabul

Global
POPULER GLOBAL: Covid-19 di China Merebak Lagi | Cerita WNI Shalat di Masjidil Haram Berkapasitas Penuh

POPULER GLOBAL: Covid-19 di China Merebak Lagi | Cerita WNI Shalat di Masjidil Haram Berkapasitas Penuh

Global
Kisah Misteri Eksperimen Kejam Donald dan Gua, yang Buat Bayi Manusia Seperti Simpanse

Kisah Misteri Eksperimen Kejam Donald dan Gua, yang Buat Bayi Manusia Seperti Simpanse

Global
Korsel Luncurkan Roket Luar Angkasa Domestik Pertama, tapi Misinya Gagal

Korsel Luncurkan Roket Luar Angkasa Domestik Pertama, tapi Misinya Gagal

Global
Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Global
Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Global
Jenazah Ditemukan Dekat Temuan Barang Milik Tunangan Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie

Jenazah Ditemukan Dekat Temuan Barang Milik Tunangan Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie

Global
Pilih Keluar dari Keluarga Kerajaan, Putri Mako dan Pangeran Harry Punya Kemiripan

Pilih Keluar dari Keluarga Kerajaan, Putri Mako dan Pangeran Harry Punya Kemiripan

Global
3 Tokoh Penting dalam Berdirinya PBB

3 Tokoh Penting dalam Berdirinya PBB

Internasional
Jenis Sanksi Internasional dan Contoh Penerapan Terkini

Jenis Sanksi Internasional dan Contoh Penerapan Terkini

Internasional
Isi Piagam PBB dan Sejarah Kesepakatannya

Isi Piagam PBB dan Sejarah Kesepakatannya

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.