Kompas.com - 14/08/2022, 16:08 WIB

KOMPAS.com - Abdoel Moeis Hassan ialah pahlawan nasional dari Kalimatan Timur yang turut berjuang melawan penjajah pada 1940 hingga 1945.

Tokoh asal Samarinda ini memiliki peran penting selama masa penjajahan. Sewaktu usianya 18 tahu, ia bersama rekannya yang bernama Sangadji mengaktifkan Balai Pengadjaran dan Pendidikan Rajat (BPPR) pada 1942.

Selain itu ia juga pernah menjadi pemimpin perjuangan diplomasi politik untuk kemerdekaan Indonesia di wilayah Kalimantan Timur pada 1945 hingga 1949.

Abdoel Moeis ialah tokoh yang turut memperjuangkan agar Kalimantan Timur bergabung ke dalam Republik Indonesia Serikat (RIS).

Kalimantan Timur sebagai daerah asal Abdoel Moeis Hassan menyimpan beragam kuliner khas yang lezat, salah satunya yaitu ayam cincane.

Ayam cincane ialah olahan ayam yang dimasak dengan bumbu khas Samarinda bernama cincane.

Dalam rangka mengingat kembali momen perjuangan Absoel Moeis Hassan di Kalimantan Timur, tidak ada salahnya mencoba membuat ayam bakar cincane khas Samarinda ini.

Sajikan ini cocok dijadikan menu saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Resep ayam cincane selengkapnya dapat dilihat di buku "Selayang Pandang Kuliner Indonesia Peran Media & Lembaga Kuliner + 100 Resep Hidangan Nusantara" (2018) karya Tuti Soenardi terbitan PT Gramedia Pustaka Utama berikut.

Baca juga:

Resep ayam bakar cincane

Bahan ayam cincane:

  • 500 gram ayam kampung (bersihkan)
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • 4 lembar daun salam
  • 2 batang serai (memarkan)
  • 2 sentimeter lengkuas (memarkan)
  • 2 sentimeter jahe (memarkan)
  • 500 mililiter santan
  • 1 sendok teh garam

Bumbu halus:

  • 6 siung bawang putih
  • 10 butir bawang merah
  • 10 buah cabai rawit keriting
  • 1/2 sendok teh terasi
  • 2 sendok makan gula merah

Baca juga:

Cara membuat ayam bakar cincane

1. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum, lalu tambahkan daun salam, serai, lengkuas, dan jahe. Masak sembari diaduk hingga bumbu berubah warna menjadi kecoklatan.

2. Masukkan daging ayam lalu masak kembali hingga daging ayam berubah warna. Setelah itu tuang santan dan garam, kemudian masak hingga bumbu meresap dan santan mulai mengering.

3. Apabila santan sudah nampak kering, angkat dan bakar di atas arang atau teflon hingga matang. Olesi daging ayam dengan sisa bumbu halus saat dibakar. Sajikan.

Baca juga:

Buku "Selayang Pandang Kuliner Indonesia Peran Media & Lembaga Kuliner + 100 Resep Hidangan Nusantara" (2018) karya Tuti Soenardi terbitan PT Gramedia Pustaka Utama bisa dibeli secara online di Gramedia.com.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.