Kompas.com - 23/09/2021, 17:03 WIB
ilustrasi jajan pasar. SHUTTERSTOCK/Bakhtiar Rakhmanilustrasi jajan pasar.

KOMPAS.com - Jajan pasar umum dikenal sebagai kue basah yang tidak bisa disimpan lama atau cepat basi.

Salah satu faktor penyebab terbesar jajan pasar cepat basi adalah bahan baku jajan pasar, yaitu santan.

Namun, Education and Development Indonesia Pastry Alliance Chef Woro Prabandari mengatakan bahwa jajan pasar masih bisa disimpan untuk tiga hingga empat hari ke depan.

Simak cara membuat dan menyimpan jajan pasar agar lebih tahan lama berikut ini.

Baca juga: 5 Tips Sukses Jualan Jajan Pasar biar Makin Laris

1. Pakai santan kelapa kemasan

ilustrasi santan kelapa kemasan, bahan yang membuat jajan pasar lebih awet.SHUTTERSTOCK/Aisyaqilumaranas ilustrasi santan kelapa kemasan, bahan yang membuat jajan pasar lebih awet.

Meski dikenal sebagai bahan yang membuat jajan pasar menjadi lebih cepat basi, santan juga bisa digunakan untuk memperpanjang waktu simpan jajan pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Santan yang dimaksud adalah jenis santan kemasan yang banyak ditemui di pasar dan swalayan.

"Saat ini kita melihat bahwa sudah banyak santan kemasan. Barang yang dikemas itu di dalamnya pasti sudah ada pengawet," kata Woro dalam webinar "Jajan Pasar Inovatif dan Yummy", Rabu (22/9/2021).

Woro mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang kandungan pengawet dalam santan kemasan.

Sebab, makanan kaleng atau makanan kemasan, seperti santan kelapa, pasti sudah melalui proses pengecekan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga aman untuk digunakan.

"Menggunakan santan kemasan itu sebenarnya kita sudah mendompleng keawetan dari santan itu sendiri," tutur Woro.

Baca juga:

2. Masak santan kelapa segar lebih lama

Ilustrasi santan sedang dimasak. SHUTTERSTOCK/YUPA WATCHANAKIT Ilustrasi santan sedang dimasak.

Jika tidak ingin menggunakan santan kelapa kemasan, Woro menuturkan, santan kelapa segar yang dimasak sendiri juga bisa membuat jajan pasar lebih awet.

Hanya saja, santan kelapa segar harus dimasak lebih lama dibandingkan durasi masak santan kelapa yang normal.

"Ya kalau misalnya santan segar itu memang dimasak dan direbusnya harus lama, kita harus meyakini bahwa santan tersebut sudah matang betul dan kita yakin bahwa santan tersebut bisa kita gunakan sampai dua hari ke depan," jelas Woro.

Baca juga:

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.