Kompas.com - 19/05/2021, 21:03 WIB
ilustrasi tempe. SHUTTERSTOCK/Ika Rahma Hilustrasi tempe.

KOMPAS.com - Food Sciencepreneur sekaligus Co Founder Tempe Movement Driando Ahnan-Winarno membagikan opini serta harapannya terhadap tempe.

"Harapan saya di generasi-generasi yang akan datang kita mulai kampanye dari sekarang melihat tempe beda dari sebelumnya," kata Driando kepada Kompas.com, Rabu (19/5/2021).

Ia menuturkan bahwa generasi saat ini perlu 'didobrak' agar generasi berikutnya mau makan tempe dengan senang hati. Tanpa ada lagi stigma tempe sebagai makanan golongan tertentu. 

Baca juga: Inovasi Tempe Indomie yang Fotonya Viral, Sudah Ada Sejak 2016

Tak ada salahnya untuk paham dan bangga mengenai potensi pangan lokal untuk kesehatan dan lingkungan, seperti tempe. 

Tahap berikutnya adalah memperkenalkan kacang-kacang lokal di seluruh pelosok Indonesia dan dunia.

"Kacang-kacang lokal punya potensi diolah menjadi makanan yang bisa dimasukkan ke daging yang nutrisinya meningkat, keamanannya pun meningkat karena dibuat jadi tempe," kata Driando.

Baca juga: Resep Kering Tempe Kacang Tolo Pedas Manis, Stok Lauk Tahan Lama

Driando juga membagikan harapannya untuk eksistensi tempe di luar negeri.

Dirinya berharap tempe bisa menyebar dan memberdayakan bahan-bahan lokal di seluruh penjuru dunia.

"Saya melihat bahwa tempe ini beneran bisa mentranformasi pangan dunia," ujar Driando.

Ia mempekenalkan tempe bukan sekadar makanan yang terbuat dari kedelai, tetapi sebuah proses.

Hal ini sudah dilakukan oleh Tempe Movement. Melalui gerakan yang dilakukan, Tempe Movement memanfaatkan banyak jenis kacang dan bahan lainnya sebagai bahan baku tempe.

"Jadi, kenapa bahan bakunya bisa diganti. Nah itu tuh untuk mendobrak pikiran masyarakat dulu," tutur Driando.

"Masyarakat global nih bakal punya pilihan baru dalam hal makanan menggunakan bahan lokal. Jadi bisa dibayangkan berapa tahun lagi tempe lokal ini bakal menyebar banyak di dunia," lanjutnya.

Baca juga: Resep Kering Kentang Tempe Manis, Lauk Kering Tahan Lama

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.