Kompas.com - 25/04/2021, 17:09 WIB
Ilustrasi adonan kue kering alias kukis (cookies). SHUTTERSTOCK/ANAMARIA MEJIAIlustrasi adonan kue kering alias kukis (cookies).

 

5. Overmixing

Overmixing adalah ketika kamu mengaduk atau mengocok adonan kue kering terlalu lama. Pastikan untuk hanya mengocok adonan hingga adonan terlihat tercampur saja. Adonan kering tidak perlu dikocok terlalu lama hingga mengembang.

Overmixing ada dua, satu overmixing di butter atau margarinnya. Itu akibatnya dia meleber (bentuk tidak bisa bertahan),” ujar Arief ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (13/4/2021).

Kedua, adalah overmixing ketika memasukkan tepung. Jika hal itu terjadi, maka kue kering akan jadi lebih keras.

“Karena ketika semakin diaduk, gluten di terigu semakin terbentuk. Ketika terbentuk gluten maka dia akan keras,” imbuh Arief.

Baca juga: Hati-hati Overmix Penyebab Kue Kering Gagal, Yuk Pelajari!

Ilustrasi memanggang kueShutterstock Ilustrasi memanggang kue

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

6. Suhu pemanggangan

Kemudian terkait suhu pemanggangan, jangan gunakan suhu yang terlalu tinggi. Arief biasanya hanya menggunakan suhu sekitar 150-160 derajat saja.

Sementara Disy biasa menggunakan suhu 180 derajat untuk memanggang kue kering.

Arief menyarankan untuk memanggang kue dalam suhu rendah dengan waktu yang agak panjang.

Warna kue kering akan lebih merata dan kue pun akan benar-benar kering matang. Bukannya kering gosong tapi bagian dalam masih mentah.

Baca juga: Rekomendasi Suhu Panggang Kue Kering agar Kue Matang Anti Gagal

Pastikan suhu sudah sesuai sebelum memasukkan kue kering.

Jangan sampai suhu terlalu rendah atau terlalu tinggi ketika kue dimasukkan karena bisa membuat kue kurang matang atau bahkan terlalu matang.

“Misalnya oven kompor nih, kita harus tahu ini panasnya seberapa. Kalau kita lihat di hotel kan sudah ada digitalnya, ini 180 derajat celsius. Kalau kompor kan enggak tahu cuman pakai tangan aja,” ujar Disy ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (13/4/2021).

Alternatifnya, kamu bisa menggunakan termometer khusus memasak untuk mengukur suhu oven.

Ilustrasi nastar, kue khas Lebaran di Indonesia. Nastar berisi selai nanas. SHUTTERSTOCK/ARIS SETYA Ilustrasi nastar, kue khas Lebaran di Indonesia. Nastar berisi selai nanas.

 

Selain itu, Disy juga menyebut kamu bisa menggunakan thermometer gun yang biasa digunakan untuk mengukur suhu tubuh di masa pandemi ini.

“Bisa karena itu kan pakai inframerah. Tembak saja dari luar (oven). Sebenarnya itu kita sudah pakai juga untuk cokelat temper,” imbuh Disy.

7. Oven belum dipanaskan

Menurut Sous Chef Pastry Millennium Hotel Sirih Jakarta Wahyu Admodjo, memanaskan oven sebelum memasukkan kue kering ke dalamnya adalah hal yang sangat krusial.

“Jika kita tidak panaskan terlebih dahulu maka tingkat kematangannya cenderung tidak merata bahkan bisa bantet atau tidak mengembang,” jelas Wahyu dalam berita Kompas.com.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X