Kompas.com - 12/03/2021, 22:02 WIB
Pedagang durian di Krueng Tuan, Kecamatan Nisam, Aceh Utara KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOPedagang durian di Krueng Tuan, Kecamatan Nisam, Aceh Utara

 

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Musim durian di Krueng Tuan, Aceh Utara agak terlambat tahun ini. Jika biasanya, musim durian  jatuh pada Agustus setiap tahun, kali ini mundur jadi Februari 2021 di Krueng Tuan. 

Krueng Tuan merupakan daerah di dataran tinggi tepatnya di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Di dataran tinggi ini, buah durian lokal tumbuh subur. Durian biasanya ditanam oleh petani sembari menanam kopi dan pinang.

Baca juga: 3 Cara Kupas Durian dengan Cepat, Tips dari Pedagang

Cara menuju Krueng Tuan, bisa melewati jalur Medan-Banda Aceh. Saat tiba di Simpang Kertas Kraf Aceh (KKA) ikutilah jalan itu. Jalanan lurus dan mulus beraspal hingga ke Krueng Tuan.

Jalan itu juga menghubungkan Aceh Utara dan Bener Meriah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sepanjang jalan aspal itu lah petani membuat pondok-pondok kecil. Mereka menjajakan durian dengan cara ditumpuk. 

Pedagang durian di Krueng Tuan, Kecamatan Nisam, Aceh UtaraKOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Pedagang durian di Krueng Tuan, Kecamatan Nisam, Aceh Utara

Salah seorang pedagang, Nur Aini, Rabu (10/3/2021) menyebutkan, harga durian bervariasi mulai Rp 25.000 – Rp 100.000 per butir. Namun, dia memastikan legit dan manisnya durian itu.

“Jika tak manis jangan bayar,” katanya.

Baca juga: Cara Simpan Durian Kupas, Ada Waktu yang Tepat

Dalam satu tumpuk berisi empat durian dihargai Rp 100.000. Jumlah itu jauh lebih dari cukup buat konsumsi bersama. Karena dagingnya yang tebal, legit, dan lezat. 

Pedagang durian Hamdan menyebutkan, hanya saat musim durian mereka berjualan. Durian, kata Hamdan bukan tumbuhan utama kawasan itu.

“Durian itu peyangga, di antara sela kopi. Ini lumayan menghasilkan,” katanya.

Nah, para pembeli umumnya mereka yang melintas menuju destinasi wisata Gunung Salak, Aceh Utara.

Baca juga: Cara Hilangkan Bau Durian dari Tangan dan Mulut, Ada Penawarnya Sendiri

 

“Apalagi ini jalan penghubung. Jadi, seberapa banyak pun buah durian yang tersedia, pasti habis,” sebut Hamdan. 

Apabila kamu melintas kawasan ini, silakan lihat kiri-kanan jalan. Di sana gubuk kecil penuh durian dipajang rapi dan sayang untuk tak dicicipi. 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X