Kompas.com - 01/03/2021, 09:33 WIB
Ilustrasi tanaman jagung di ladang. PIXABAY/ COULEURIlustrasi tanaman jagung di ladang.
Penulis Lea Lyliana
|


KOMPAS.com - Jagung adalah salah satu tanaman penghasil sumber karbohidrat, selain padi dan gandum.

Di Indonesia sendiri, jagung menjadi makanan pokok masyarakat Madura dan Nusa Tenggara Timur.

Beberapa wilayah di Sulawesi dan Jawa Tengah juga menjadikan jagung sebagai makanan pokoknya. Di wilayah tersebut, jagung diolah menjadi nasi jagung dan dimakan layaknya nasi.

Namun jagung tidak serta-merta tumbuh begitu saja. Tanaman ini telah melalui proses panjang hingga akhirnya bisa menjadi salah satu makanan pokok Indonesia.

Baca juga: Bedanya Tepung Jagung dan Tepung Maizena, dari Tekstur sampai Fungsi

Sejarah tanaman jagung

Ilustrasi jagung. Dok. Shutterstock/All for you friend Ilustrasi jagung.

Setijati D. Sastrapradja dalam bukunya yang berjudul "Perjalanan Panjang Tanaman Indonesia" mengatakan bahwa jagung tidaklah berasal dari Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan temuan-temuan genetik, antropologi, dan arkeologi, jagung sebenarnya berasal dari Amerika Tengah. Tepatnya di Meksiko bagian selatan.

Budidaya jagung di daerah tersebut telah dilakukan sejak 10.000 tahun lalu. Teknologi ini meluas ke daerah Amerika Selatan, tepatnya di Ekuador sekitar 7.000 tahun silam.

Selanjutnya, menyebar ke sekitar pegunungan di Peru pada 4.000 tahun lalu.

Sejak saat itulah, budidaya jagung semakin berkembang. Apalagi pada abad ke-5, orang-orang Eropa turut serta menyebarkan jagung ke seluruh dunia.

Baca juga: 3 Cara Pilih Jagung Manis Kualitas Baik, Perhatikan Kulit dan Rumbainya

Di Indonesia sendiri, jagung mulai ditemukan sekitar abad ke-16. Jagung diperkenalkan kepada masyarakat Asia Tenggara, termasuk Indonesia oleh bangsa Portugis.

Hingga kini ada sekitar 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami ataupun dirakit melalui pemuliaan tanaman.

Namun sebagai tanaman musiman, siklus hidup jagung terbilang pendek, antara 80 sampai 150 hari.

Baca juga: 3 Cara Pipil Biji Jagung Tanpa Alat Mahal, Bekal Bikin Bakwan

Walau begitu, di waktu tersebut jagung bisa memproduksi banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Seperti kandungan karbohidrat, protein, dan juga vitamin.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X