Sejarah Terasi, dari Tangan Sultan Cirebon hingga Laksamana Cheng Ho

Kompas.com - 02/12/2020, 10:10 WIB
Ilustrasi terasi udang. shutterstock.com/HarismoyoIlustrasi terasi udang.

KOMPAS.com - Terasi atau belacan dikenal sebagai bumbu masak yang dibuat dari fermentasi ikan dan udang rebon. Terasi berbentuk seperti adonan atau pasta dan berwarna hitam-coklat.

Bentuk terasi pun berbagai macam dari bulat hingga persegi panjang. Bumbu yang satu ini, bisa digunakan dalam berbagai jenis masakan.

Baca juga: Apa Bedanya Terasi Medan dan Terasi Cirebon?

Sebelum marak digunakan seperti saat ini, terasi sudah hadir di Indonesia sejak zaman kerajaan Cirebon.

Travelling Chef Wira Hadiansyah mengatakan, terasi hadir saat pemerintahan Sultan Cirebon I Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana.

Ia mengisahkan, dahulu, Pangeran Cakrabuana sering meluangkan waktu untuk mencari udang atau rebon.

“Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon sering meluangkan waktu mencari udang atau rebon. Hasil tangkapan udang itu kemudian diolah menjadi terasi oleh Pangeran Cakrabuana,” ucap Wira saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Setelah sudah banyak dipasarkan, membuat pemimpin armada dagang dari China Laksamana Cheng Ho bahkan tertarik dengan terasi.

“Naskah Purwaka Caruban Nagari menulis laksamana terkenal Cheng Ho sekitar 1415 selalu membawa pulang terasi ke negerinya di China,” kata Wira.

Baca juga: Sejarah Makanan

Ilustrasi sambal terasi khas Pekalongan. SHUTTERSTOCK/MAHARANI AFIFAH Ilustrasi sambal terasi khas Pekalongan.

Makna kata terasi

Kata terasi sendiri ternyata mempunyai arti atau makna yang cukup bagus. Wira mengatakan, terasi mulanya disebut sebagai terasih.

“Terasih memiliki makna "yang sangat disukai". Kata terasih dipercaya berasal dari kata asih yang dalam bahasa Sunda bermakna cinta atau suka,” ujarnya.

Seiring waktu, terasi yang dikenal sekarang ini umumnya terbuat dari campuran garam, tepung, dan udang rebon yang ditumbuk.

Setelah itu terasi kemudian dibentuk menjadi persegi atau bulat untuk kemudian dikeringkan. Setelah kering baru terasi dapat dicampurkan sebagai penyedap makanan.

Dapat juga sebagai bumbu olahan untuk memasak daging, ikan, sayur-mayur atau bahkan disertakan sebagai penyedap rasa dalam aneka olahan sambal yang dikenal saat ini.

Baca juga: 20 Sambal Khas Indonesia, Sambal Terasi sampai Embe



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X