Kuliah Tatap Muka 2021, Dirjen Vokasi: Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Kompas.com - 03/12/2020, 18:16 WIB
Mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto dilantik mnejadi Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dok. UGMMantan Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto dilantik mnejadi Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, kuliah tatap muka yang sudah diperbolehkan di 2021, dampaknya akan meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Apalagi, kata Wikan, mahasiswa vokasi banyak yang menjalankan pembelajaran praktik kerja lapangan dan magang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Baca juga: Inovasi dari Pendidikan Vokasi Daerah Jadi Tumpuan UMKM di Masa Pandemi

"Terdapat kesepakatan bersama selama pandemi terkait pencegahan, pelaksanaan dan pemantauan belajar dan kuliah tatap muka," ucap Wikan melansir laman Kemendikbud, Kamis (3/12/2020).

Dia mengatakan, apabila perguruan tinggi sudah memenuhi berbagai syarat yang terdiri atas persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan, maka segala bentuk penyelenggaraan kuliah tatap muka dapat dilakukan oleh perguruan tinggi.

"Jadi mahasiswa yang hadir ke kampus hanya untuk keperluan belajar. Setelah kuliah selesai, mahasiswa diwajibkan untuk meninggalkan kampus agar tidak terjadi kerumunan di dalam kampus," tegas Wikan.

Dia menyebutkan, untuk kantin dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang berpotensi menciptakan kerumunan akan di nonaktifkan.

Selain itu, perguruan tinggi harus berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah daerah, satuan tugas Covid-19 daerah, orangtua, serta wajib membentuk satuan tugas khusus di dalam kampus agar semua berlangsung sesuai dengan peraturan dan SOP.

Baca juga: 30 Kampus Terbaik Indonesia Versi “QS Asia University Rankings 2021”

Kebijakan kuliah tatap muka perlu disiplin

Dia menilai kebijakan untuk membuka kuliah tatap muka sangat baik terutama untuk pembelajaran yang sifatnya keterampilan. Dalam pelaksanaannya menuntut tanggung jawab dan kedisiplinan luar biasa.

"Karena pandemi ini tidak bisa diremehkan, di sisi lain kita juga harus memperhatikan adanya risiko penurunan kompetensi bagi generasi peserta didik terapan karena tidak mencukupi kebutuhan untuk mata kuliah praktiknya," jelas Wikan.

Dia berharap, seluruh civitas perguruan tinggi dan pendidikan vokasi dapat bersinergi menjalankan kebijakan dalam situasi yang sehat dan aman bagi seluruh warga pendidikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X