Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Masih Harus Bayar UKT?

Kompas.com - 08/05/2024, 14:39 WIB
Sania Mashabi,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan program dana bantuan uang kuliah dan biaya hidup bagi mahasiswa Indonesia yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Dikutip dari laman resmi KIP Kuliah, bantuan biaya pendidikan itu diberikan pemerintah untuk lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.

KIP Kuliah pada dasarnya berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap pelajar yang berprestasi.

Baca juga: Bolehkah Penerima KIP Kuliah Bekerja Freelance atau Part Time?

Meski demikian, syarat prestasi pada KIP Kuliah tetap ada untuk menjamin bahwa penerima KIP Kuliah terseleksi dari yang benar-benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Lantas, apakah penerima KIP Kuliah masih diwajibkan untuk membayar biaya kuliah per semester atau Uang Kuliah Tunggal (UKT)?

Pembayaran UKT 2024

Kelapa Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbud Ristek, Abdul Kahar mengatakan, bahwa penerima KIP Kuliah tidak harus membayar uang kuliah per semester atau UKT.

"Uang UKT/SPP kalian sudah ditanggung pemerintah," kata Abdul Kahar dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (7/5/2024).

Abdul Kahar pun mengimbau para mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk melapor ke laman lapor.go.id jika memang masih diberi tagihan uang kuliah dari perguruan tinggi.

Baca juga: Mahasiswa Bisa Dikeluarkan dari Data Penerima KIP Kuliah, Mengapa?

"Jika kampus kalian tetap meminta pembayarannya kepada kalian laporkan hal tersebut melalui lapor.go.id," jelas Abdul Kahar.

Selain gratis biaya kuliah, penerima KIP Kuliah juga mendapatkan bantuan biaya hidup untuk para mahasiswa penerima yang diberikan berdasarkan, yaitu:

  • Klaster 1: Rp 800.000
  • Klaster 2: Rp 950.000
  • Klaster 3: Rp 1,1 juta
  • Klaster 4: Rp 1,250 juta
  • Klaster 5: Rp 1,4 juta

 

Berikut tahapan penyaluran bantuan buaya hidup untuk penerima KIP Kuliah:

1. Perguruan tinggi (PT) mengirimkan SK/Surat dari pimpinan PT terkait daftar calon penerima KIP Kuliah disertai data pendukung (pelaporan IPK dan atau softcopy data penerima dan rekening) (cepat atau lambatnya tergantung mekanisme internal PT).

2. Puslapdik KemendikbudRistek melakukan proses SPP, SPM (kira kira 1-2 Minggu jika data pada tahap 1 lengkap)

3. KPPN menerbitkan SP2D (Maksimal 1 hari kerja) dan transfer ke rekening penampungan Satker Puslapdik KemendikbudRistek (Izin Kementerian Keuangan).

4. Puslapdik KemendikbudRistek memerintahkan Bank penyalur untuk melakukan proses transfer (1-2 hari kerja).

5. Bank penyalur melakukan transfer ke rekening penerima (mekanisme internal bank mandiri).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com