Kuliah Bisa Tatap Muka dan Online Mulai Januari 2021, Ini Ketentuannya

Kompas.com - 03/12/2020, 14:25 WIB
Ilustrasi mahasiswa sedang berinteraksi satu sama lain (Dok. Unpar) Ilustrasi mahasiswa sedang berinteraksi satu sama lain (Dok. Unpar)

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) mengaku, mahasiswa sudah bisa kuliah dengan tatap muka atau masih dalam jaringan ( online) di Januari 2021.

"Sehubungan dengan keluarnya keputusan bersama empat menteri, maka kuliah di awal Januari 2021 bisa dengan campuran, yakni bisa tatap muka dan dalam jaringan (online)," ucap Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam dalam siaran pers Kemendikbud, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Syarat, Fokus, Porsi, dan Ketentuan Belajar Tatap Muka Tahun 2021

Nizam menegaskan, kebijakan ini hanya mengizinkan penyelenggaraan kuliah tatap muka serta kegiatan akademik lainnya yang berbentuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat.

" Perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus yang meliputi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar," kata dia.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, bilang dia, masyarakat didorong untuk beradaptasi dan melindungi diri masing-masing dalam menyelenggarakan program pembelajaran.

"Meski prioritas tetap pada kesehatan dan keselamatan warga pendidikan, kita tetap tidak boleh menyerah terhadap pandemi. Kampus harus membuat standar operasional prosedur (SOP) bagi mahasiswa di lingkungan kos-kosan, supaya akselerasi perubahan perilaku berjalan lebih maksimal," jelasnya.

Mahasiswa, menurut dia, bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Harapannya kebiasaan itu menular kepada masyarakat, supaya semua kalangan terlindungi dari penyebaran virus Covid-19.

Ketua Forum Rektor Indonesia, Arif Satria menyampaikan apresiasinya dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan fasilitas dan bantuan selama perkuliahan semester ganjil. Khususnya kepada mahasiswa yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid-19.

"Pada prinsipnya, langkah ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar terjadi kesepakatan dalam menerapkan protokol kesehatan," terang Arif.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho mengakui bahwa pembelajaran sistem daring hasilnya tidak terlalu memuaskan, terutama ketika dihadapkan pada kendala jaringan internet dan laptop.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X