Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Penerima KIP Kuliah Bekerja Freelance atau "Part Time"?

Kompas.com - 05/05/2024, 19:46 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ramai di media sosial (medsos) banyak penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bergaya hidup mewah dan sering flexing.

Beberapa selebgram yang terindikasi penerima KIP Kuliah, sampai ada yang mengundurkan diri karena dianggap mampu oleh netizen. Seperti salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), berinisiap MJ.

Sebagian mahasiswa yang diduga ikut flexing, ada yang mengakui jika gadget dan barang yang dibeli adalah hasil kerja selama kuliah.

Baca juga: Viral Mahasiswa KIP Kuliah Bergaya Hidup Mewah, Kemendikbud Jelaskan Aturannya

Tetapi sebenarnya, bolehkah mahasiswa penerima KIP Kuliah bekerja? Simak penjelasannya berikut ini.

Aturan penerima KIP Kuliah

Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi, telah mengatur beberapa ketentuan bagi penerima bantuan ini.

Pada aturan tersebut, KIP Kuliah tidak bisa digunakan oleh mahasiswa yang memilih kelas eksekutif, kelas khusus, dan kelas karyawan. Sehingga mereka yang bekerja, tidak bisa mendapat bantuan ini.

Baca juga: 20 PTN Terima Peserta KIP Kuliah Terbanyak di SNBP 2024

Pada aturan ini, memang tidak dijelaskan rinci bagaimana mahasiswa aktif yang mengambil part time atau freelance boleh tetap menerima KIP Kuliah atau tidak.

Namun dalam aturan ini pada poin G yaitu Pembatalan Penerima PIP Pendidikan Tinggi, tertulis apabila mahasiswa tidak memenuhi persyaratan prestasi akademik minimum dan tidak lagi sebagai prioritas sasaran atau tidak memenuhi persyaratan sebagai penerima PIP Pendidikan Tinggi, bisa dibatalkan bantuannya.

Jadi bila mahasiswa tidak memenuhi minimal IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang ditetapkan kampus dan kemampuan ekonomi sudah membaik, maka KIP Kuliah akan dicabut atau dibatalkan.

9 Alasan KIP Kuliah Bisa Dicabut

Berikut aturan pembatalan penerima KIP Kuliah atau dicabutnya bantuan dari Kemendikbud ini:

A. Penerima PIP Pendidikan Tinggi dapat dibatalkan melalui penetapan pembatalan penerima PIP Pendidikan Tinggi oleh Puslapdik.

B. Pembatalan penerima PIP Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilakukan apabila penerima PIP Pendidikan Tinggi:

  1. meninggal dunia;
  2. putus kuliah/tidak melanjutkan pendidikan;
  3. pindah ke Perguruan Tinggi lain;
  4. melaksanakan cuti akademik selain karena alasan sakit atau melaksanakan cuti akademik karena alasan sakit melebihi 2 (dua) semester;
  5. menolak menerima PIP Pendidikan Tinggi;
  6. dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
  7. terbukti melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  8. tidak memenuhi persyaratan prestasi akademik minimum; dan/atau
  9. tidak lagi sebagai prioritas sasaran atau tidak memenuhi persyaratan sebagai penerima PIP Pendidikan Tinggi.

Jika kemampuan ekonomi mahasiswa ternyata sudah memenuhi kategori mampu, maka KIP Kuliah juga bisa dibatalkan oleh kampus.

Karena bantuan ini memang ditujukan bagi mahasiswa yang kesulitan ekonomi namun bisa menunjukkan prestasi dan kemampuan akademik yang bagus.

Karena itu Puslapdik mengimbau perguruan tinggi untuk evaluasi setiap semester. Ketentuan evaluasi sendiri dilakukan seperti ini:

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com