Kompas.com - 17/11/2020, 13:58 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim Dok. KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program SMK-D2 Jalur Cepat dan Program Peningkatan Prodi D3 menjadi Sarjana Terapan (D4).

Kedua program ini merupakan terobosan pendidikan vokasi dalam mewujudkan percepatan misi Kemendikbud dalam memperbesar keterserapan lulusan pendidikan vokasi oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Pembenahan Kesenjangan Daerah 3T Akan Jadi Prioritas

Mendikbud Nadiem Makarim mengakui, dirinya menyambut baik kedua program ini.

Program itu, kata Nadiem merupakan terobosan baru yang tidak hanya menambah daya tarik pendidikan vokasi, tapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat memilih yang terbaik untuk dirinya.

"Selain itu, kedua program ini memberikan kesempatan pendidikan vokasi untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang handal dan matang," ucap Nadiem lewat siaran pers yang diterima media, Sabtu (14/11/2020).

Melalui program ini, kata Nadiem, siswa bebas memilih lulus di akhir tahun ketiga atau melanjutkan ke Diploma Dua jalur cepat. Lalu melalui Program Peningkatan Prodi Diploma Tiga menjadi Sarjana Terapan (Diploma Empat-D4), peserta didik berkesempatan menambah satu tahun untuk mendapatkan keterampilan yang lebih dalam, sehingga berpeluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengaku, tujuan dari kedua program ini adalah peserta didik bisa mendapatkan kesempatan sebanyak mungkin pengalaman dari DUDI. Pada akhirnya, kesempatan lulusan vokasi mendapatkan pekerjaan yang layak semakin besar karena sudah selaras dengan kebutuhan DUDI.

"Kedua program ini merupakan dua dari sekian banyak program Merdeka Vokasi yang berorientasi pada link and match pendidikan vokasi dengan DUDI, yang secara berkala akan diluncurkan ke depannya," tutur Menteri Nadiem.

Lanjut dia menyebutkan, pendidikan vokasi diarahkan untuk dapat menghasilkan lulusan yang terampil, kompeten, berdaya saing, dan berkarakter sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Oleh karena itu, perlu adanya komitmen kuat berbagai pihak untuk membangun link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan DUDI.

"Link and match ini sangat dibutuhkan untuk menghadirkan lulusan yang relevan dengan pasar kerja sehingga keterserapan lulusan lebih terjamin," jelas dia.

Menjawab komitmen link and match dunia pendidikan vokasi dan DUDI, Kemendikbud lewat DItjen Vokasi telah membangun skema pendidikan yang mengajak peran DUDI berkontribusi lebih besar dalam pendidikan, yaitu lewat kedua program tersebut.

Baca juga: Dirjen Vokasi Ingin Kirimkan Talenta Terbaik ke Seluruh Dunia

"Semakin awal DUDI bisa terlibat di dalam pengembangan SDM, maka semakin baik kualitas lulusan yang dihasilkan," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X