Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendikbud: Mahasiswa Penerima KIP Kuliah kalau Sudah Mampu Harus Diganti

Kompas.com - 07/05/2024, 19:46 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.comMahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bisa diganti kapan pun kalau kondisi ekonominya sudah meningkat.

Bahkan, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengajak siapa pun, seluruh masyarakat Indonesia, untuk melaporkan adanya ketidaktepatan penggunaan dana oleh mahasiswa penerima KIP Kuliah.

Ajakan Puslapdik itu menanggapi unggahan di media sosial yang mengungkapkan banyaknya mahasiswa penerima KIP Kuliah bergaya hidup mewah.

Misalnya, salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung. Mahasiswa ini suka memamerkan gaya hidup mewah dengan berlibur, nongkrong di kafe, serta memilki smartphone merk tertentu melalui akun Instagramnya.

Baca juga: Bolehkah Penerima KIP Kuliah Bekerja Freelance atau Part Time?

Unggahan itu dibeberkan akun autobase Unpadfess @DraftAnakUnpad tentang adanya salah satu oknum mahasiswa penerima KIP Kuliah yang kerap memamerkan gaya hidup mewah dengan berlibur di luar negeri hingga memiliki mobil melalui Instagram.

Temuan mahasiswa flexing yang juga penerima KIP Kuliah, dilakukan seorang beauty influencer dengan akun Instagram @cantikamje sekaligus pemilik akun X @digidegu.

Ia menjadi sorotan warga X lantaran mengaku dapat KIP Kuliah, namun sering memamerkan gaya hidup mewah, dan memakai lipstik salah satu brand ternama yakni Dior.

Sebelumnya, di plattform Instagram, Danang Giri Sadewa dengan akun @thesadewa yang berkolaborasi dengan @langgeng.selawase menampilkan podcast dengan narasumber mahasiswa penerima KIP Kuliah yang terus terang memiliki Iphone untuk tujuan pekerjaan online.

Baca juga: Viral Mahasiswa KIP Kuliah Bergaya Hidup Mewah, Kemendikbud Jelaskan Aturannya

Penangungjawab program KIP Kuliah Puslapdik, Muni Ika mengatakan bila setelah dilakukan evaluasi, misalnya, kondisi ekonomi mahasiswa penerima KIP Kuliah meningkat, bisa diajukan pembatalan dan diusulkan untuk diganti oleh mahasiswa lain yang membutuhkan,

Dalam proses penggantian mahasiswa penerima KIP Kuliah itu, kata Muni Ika, jumlah mahasiswa yang diusulkan sebagai penerima Program KIP Kuliah pengganti tidak melebihi dari jumlah mahasiswa yang diusulkan untuk dibatalkan.

“Calon penerima Program KIP Kuliah pengganti yang diusulkan harus merupakan mahasiswa aktif, dari keluarga miskin/rentan miskin sesuai dengan sasaran prioritas program KIP Kuliah," jelasnya, dilansir dari laman Puslapdik.

Muni Ika mengatakan, mahasiswa pengganti harus tidak melebihi semester V untuk program S1/D4 atau semester III untuk program D3. Kemudian untuk proses penggantian hanya bisa dilakukan di semester ganjil. 

Muni Ika mengajak siapa pun yang menemukan mahasiswa penerima KIP Kuliah yang gaya hidupnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan untuk melaporkan melalui kanal resmi.

“Pelaporan dapat dilakukan melalui kanal-kanal resmi, yakni https://www.lapor.go.id/ dan melalui fitur helpdesk atau bantuan di laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/,"katanya.

Kampus wajib evaluasi penerima KIP Kuliah

Menanggapi berbagai unggahan tersebut, Plt. Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud Ristek, Abdul Kahar, dalam Instagram resmimya @abdul_kahar, berharap agar bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah digunakan dengan bijak untuk kebutuhan sewa tempat tinggal, transportasi, biaya makan sehari-hari dan kebutuhan penunjang perkuliahan.

Ia mengatakan bahwa perguruan tinggi dan LLDIKTI harus secara berkala, setiap semester, melakukan evaluasi terhadap mahasiswa penerima KIP Kuliah mengenai kemampuan ekonomi keluarganya, selain nilai akademik dan kondisi mahasiswanya.

Evaluasi terhadap kemampuan ekonomi keluarga dilakukan berdasarkan indikator tingkat ekonomi keluarga mahasiswa sesuai persyaratan sebagai penerima KIP kuliah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com