Kompas.com - 02/12/2020, 15:33 WIB
Ilustrasi UMKM produksi masker non medis. ShutterstockIlustrasi UMKM produksi masker non medis.

KOMPAS.com - Direktur Mitras DUDI Kemendikbud, Ahmad Saufi mengaku, hubungan lembaga pendidikan vokasi di daerah dengan dunia kerja, dunia industri, dan UMKM sangat penting dilakukan, khususnya dengan perkembangan teknologi industri yang semakin canggih.

Menurut dia, kebutuhan dan potensi lulusan sekolah vokasi inilah yang apabila dikawinkan akan menjadi inovasi yang tidak ternilai harganya karena, lulusan vokasi sudah dibekali internet of thing, yang keinginannya banyak sekali, mengolah data dan big data.

Baca juga: Kemendikbud Luncurkan 2 Program Merdeka Vokasi

"Sekarang anak-anak sudah diajarkan bagaimana membaca data, sehingga dengan saling menghubungkan dan mengomunikasikan seperti ini, maka kita dapat memecahkan permasalahan dan menemukan solusi," ucap Saufi melansir laman Vokasi Kemendikbud, Selasa (1/12/2020).

Saufi menyebutkan, kegiatan pelatihan untuk pendidikan vokasi di daerah sangat dibutuhkan, karena dapat mendukung pembangunan pendidikan vokasi yang tidak luput dari 4D.

"Yakni, daerah sebagai tempat yang memiliki peluang banyak hal untuk dikembangkan, dewan perwakilan sebagai suara rakyat, pendidikan vokasi (diksi) sebagai lembaga yang mengedukasi, dan dunia usaha, dunia industri, serta dunia kerja sebagai sektor yang mendukung keterserapan tenaga kerja," jelas dia.

Direktorat Mitras DUDI, lanjut Saufi, akan memberikan fasilitas agar pendidikan vokasi di daerah dapat terkawinkan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM yang ada di daerah.

"Sehingga apa-apa yang masih menjadi masalah bisa kita runut dan pecahkan dalam mencari solusi," terang Saufi.

UMKM daerah berinovasi saat pandemi

Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrara menyatakan, kondisi pandemi Covid-19 menjadikan banyak pengusaha Indonesia, khususnya UMKM daerah, untuk memiliki inovasi dan kemampuan untuk bertahan yang lebih besar dari pada era sebelumnya.

Salah satunya bisa berinovasi dengan dunia pendidikan vokasi.

Meskipun kerugian tetap dirasakan oleh hampir seluruh pengusaha, dia tetap optimis bahwa pengusaha Indonesia bisa melewati masa yang sulit ini.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.