Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang New Normal, Singapura Buka Lagi Rumah Ibadah dan Museum

Kompas.com - 20/06/2020, 18:01 WIB
Ericssen,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

SINGAPURA, KOMPAS.comSingapura mengumumkan rumah ibadah dan museum dapat kembali beroperasi pada fase 2 jelang new normal atau tatanan hidup baru.

Keputusan ini cukup mengejutkan, karena kedua tempat umum ini awalnya diperkirakan hanya akan diizinkan untuk membuka kembali pintu pada fase 3.

New normal di rumah ibadah

Kementerian Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura (MCCY) pada Jumat (19/6/2020) menyampaikan, kongregasi ibadah keagamaan dapat digelar mulai 26 Juni dengan jumlah peserta maksimal 50 orang, tidak termasuk petugas ibadah yang mempersiapkan pelaksanaan acara.

Hal-hal yang dilarang selama pelaksanaan ibadah di antaranya adalah menyanyi dan berbagi kitab suci, sajadah, dan keranjang pemberian sumbangan.

“Bernyanyi adalah aktivitas yang sangat berisiko tinggi karena banyaknya tetesan yang dapat keluar dari mulut jemaat,” demikian bunyi pengumuman MCCY.

Baca juga: Cegah Covid-19, Jemaat Gereja Jerman Dilarang Bernyanyi Saat Kebaktian

Jemaat harus tetap memakai masker dan menjaga jarak minimal 1 meter antara satu sama lain.

Pelaksanaan ibadah dianjurkan sesingkat mungkin dan jemaat diminta segera meninggalkan tempat setelah acara ibadah selesai.

Kementerian meminta agar jemaat tidak kumpul atau ngobrol sebelum dan sesudah beribadah.

Walaupun telah mengizinkan acara ibadah fisik, MCCY mengimbau agar setiap agama tetap melanjutkan kegiatan beribadah online melalui live streaming yang sudah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Air Zamzam Bisa Dibeli Secara Online Selama Ramadhan

New normal di museum dan pusat kebudayaan

MCCY juga menyampaikan, museum dan pusat kebudayaan diizinkan beroperasi masing-masing mulai 26 Juni dan 3 Juli.

Museum wajib menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah munculnya kembali klaster virus corona. Antara lain yaitu pemakaian masker, pengecekan suhu tubuh, dan check-in serta check-out online di tempat melalui website SafeEntry.

Kegiatan yang masih akan dilarang di museum adalah tur dan eksibisi interaktif.

Kementerian juga melarang pembagian petunjuk tur audio dan penggunaan headphones.

Baca juga: Masuki Fase 2 Jelang New Normal, Kasus Covid-19 Singapura Stabil, Ekonomi Mulai Pulih

Sesuai peraturan pada fase 2, jumlah terbanyak pengunjung berkelompok adalah 5 orang.

Singapura sejak Jumat (19/6/2020) memasuki fase 2 yang menandai pulihnya roda perekonomian dan kehidupan sehari-hari.

Angka infeksi Covid-19 sudah stabil, dengan tambahan kasus komunal konsisten berada di satu digit dan kasus infeksi pekerja migran dari asrama telah terkendali.

Keramaian terlihat di sejumlah sudut-sudut Singapura mulai dari surga belanja Orchard Road, pusat wisata Marina Bay, dan sejumlah kafe serta restoran.

Baca juga: Potret Ramainya Singapura yang Hidup Lagi di Fase 2 Jelang New Normal

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Global
Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Global
Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Global
Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Global
Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Global
3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

Global
Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Global
China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

Global
AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

Global
9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Global
Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Global
ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

Global
143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com