Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peneliti Ungkap Ras Kucing yang Miliki Harapan Hidup Paling Lama, Jenis Apa?

Kompas.com - 14/05/2024, 20:15 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Feline Medicine and Surgery pada 7 Mei 2024 mengungkapan beberapa jenis kucing yang miliki rata-rata hidup paling cepat hingga paling lama.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti meneliti data dari hampir 8.000 kucing peliharaan di Inggris yang mati antara Januari 2019 hingga Maret 2021.

“Motivasi utamanya adalah menggunakan data untuk memberdayakan masyarakat dalam membuat keputusan yang tepat mengenai perawatan kesehatan kucing mereka," kata rekan penulis studi Dan O’Neill, ahli epidemiologi hewan pendamping di Royal Veterinary College di London, dilansir dari Live Science.

Ia mengungkapkan, harapan hidup rata-rata suatu ras kucing dapat menjadi indikator yang berguna, tetapi hal ini tidak bisa untuk menjelaskan keseluruhan cerita.

Baca juga: Cerita Kucing Terbawa Paket 1.000 Kilometer, 6 Hari di Dalam Kardus


Ras kucing yang miliki hidup paling lama dan paling singkat

Adapun untuk mendapatkan gambaran tentang proyeksi masa hidup kucing, para peneliti mengembangkan "tabel kehidupan".

Tabel ini memperkirakan rata-rata harapan hidup kucing yang tersisa pada usia tertentu dengan mengecualikan data kucing yang mati sebelum mencapai usia tersebut.

"Kucing peliharaan di Inggris memiliki harapan hidup rata-rata 11,7 tahun saat lahir," demikian hasil penelitian tersebut.

Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa kucing persilangan hidup sekitar 1,5 tahun lebih lama daripada kucing ras.

Kedua kelompok tersebut diperkirakan memiliki harapan hidup masing-masing sebesar 11,9 dan 10,4 tahun.

Meski demikian, kucing Burma dan Birman memiliki harapan hidup terpanjang saat lahir, masing-masing rata-rata 14,4 tahun.

Adapun harapan hidup kucing Sphynx kurang dari setengahnya, yakni hanya 6,7 tahun. Hal ini mungkin karena kecenderungan genetik terhadap kondisi jantung atau penyakit lainnya.

Baca juga: Kucing Calico dan Tortie Kebanyakan Betina, Ini Alasannya

Jenis kelamin berpengaruh pada usia kucing

Para peneliti menyebut, selain jenis ras, terdapat faktor lain yang juga berkontribusi terhadap harapan hidup kucing.

Kucing betina hidup rata-rata 1,3 tahun lebih lama daripada kucing jantan.

Sementara itu, kucing yang dimandulkan dan dikebiri hidup 1,1 tahun lebih lama daripada kucing yang tidak dimandulkan.

Selain itu, preferensi budaya, seperti apakah kucing harus dipelihara di dalam ruangan atau dibiarkan di luar, juga dapat memengaruhi perkiraan masa hidup kucing.

"Preferensi semacam itu sangat bervariasi tetapi sulit untuk diukur. Hal ini dikarenakan klinik hewan tidak mencatat apakah atau seberapa sering kucing keluar rumah dan petualangan kucing di luar rumah mungkin menjadi lebih sering atau lebih jarang jika kucing tersebut direhabilitasi di kemudian hari," kata O'Neill.

Baca juga: Viral, Video Kucing Menggonggong Disebut karena Salah Asuhan, Ini Kata Ahli

Jenis kucing yang miliki harapan hidup dari tinggi ke rendah 

Dilansir dari Newscientist, berikut ras kucing yang miliki harapan hidup dari tinggi ke rendah:

  1. Burmese: 14,4 tahun
  2. Birman: 14,4 tahun
  3. Crossbreed: 11,9 tahun
  4. Siamese: 11,7 tahun
  5. Persian: 10,9 tahun
  6. Ragdoll: 10,3 tahun
  7. Norwegian forest: 10 tahun
  8. Maine coon: 9,7 tahun
  9. Russian: 9,7 tahun
  10. British: 9,6 tahun
  11. Bengal: 8,5 tahun
  12. Sphynx: 6,7 tahun.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Menteri AHY Punya Kekayaan Rp 116 Miliar, Meningkat Rp 96 Miliar Sejak 2016

Menteri AHY Punya Kekayaan Rp 116 Miliar, Meningkat Rp 96 Miliar Sejak 2016

Tren
Penerbangan 'Delay' Berjam-jam, Penumpang Qatar Airways Terjebak dalam Pesawat dengan AC Mati

Penerbangan "Delay" Berjam-jam, Penumpang Qatar Airways Terjebak dalam Pesawat dengan AC Mati

Tren
4 Suplemen yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi untuk Menurunkan Berat Badan

4 Suplemen yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi untuk Menurunkan Berat Badan

Tren
Warganet Sebut Pendaftaran CPNS Sebenarnya Tidak Gratis, Ini Kata BKN

Warganet Sebut Pendaftaran CPNS Sebenarnya Tidak Gratis, Ini Kata BKN

Tren
Potensi Khasiat Sayur Kubis untuk Menunjang Kesehatan Jantung

Potensi Khasiat Sayur Kubis untuk Menunjang Kesehatan Jantung

Tren
Cerita Pasien yang Hidup dengan Chip Neuralink Elon Musk...

Cerita Pasien yang Hidup dengan Chip Neuralink Elon Musk...

Tren
Berkaca dari Unggahan Viral Pelajar Bercanda Menghina Palestina, Psikolog Ungkap Penyebabnya

Berkaca dari Unggahan Viral Pelajar Bercanda Menghina Palestina, Psikolog Ungkap Penyebabnya

Tren
Sederet Masalah pada Haji 2024: Ada Makanan Basi dan Tenda Tak Layak

Sederet Masalah pada Haji 2024: Ada Makanan Basi dan Tenda Tak Layak

Tren
Kapan Terakhir Unduh Sertifikat UTBK? Berikut Link dan Cara Mengeceknya

Kapan Terakhir Unduh Sertifikat UTBK? Berikut Link dan Cara Mengeceknya

Tren
10 Bandara Terbaik di Asia 2024, Dua di Antaranya Milik Indonesia

10 Bandara Terbaik di Asia 2024, Dua di Antaranya Milik Indonesia

Tren
Tiket Kereta Compartment Suites Termahal Rp 2,45 Juta, Ini Kata KAI

Tiket Kereta Compartment Suites Termahal Rp 2,45 Juta, Ini Kata KAI

Tren
Benarkah Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker? Ini Kata Ahli Gizi UGM

Benarkah Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker? Ini Kata Ahli Gizi UGM

Tren
6 Alasan Jalan Kaki Mundur Lebih Baik dari Jalan Kaki Biasa

6 Alasan Jalan Kaki Mundur Lebih Baik dari Jalan Kaki Biasa

Tren
Prakiraan BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 15-16 Juni 2024

Prakiraan BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 15-16 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Suplemen untuk Orang 40 Tahun | Duduk Perkara Sekuriti GBK Ribut dengan Fotografer

[POPULER TREN] Suplemen untuk Orang 40 Tahun | Duduk Perkara Sekuriti GBK Ribut dengan Fotografer

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com